regional

Pemkab Gowa Bersikap Tegas Lindungi Anak dari Ancaman Bahaya Perkembangan Digital

Selasa, 17 Juni 2025 | 06:43 WIB
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mendampingi Menkomdigi, Meutya Hafid, meninjau Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar di Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Senin (16/6). (Ist)

GOWA - SUARA PEMBARUAN - Pengawasan terhadap konten berbahaya kini lebih ketat. Banyak konten kekerasan terhadap anak berhasil dihapus berkat keseriusan Kementerian Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) dalam melindungi anak-anak dari bahaya digital. Tapi tentunya, perlindungan maksimal hanya bisa tercapai jika semua pihak mau bekerjasama.

“Saya sangat mengapresiasi langkah cepat dan konkret Menkomdigi dalam upaya melindungi anak-anak dari kekerasan digital, sama seperti dunia nyata, dunia maya pun penuh ancaman,” ungkap Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat mendampingi kunjungi Menkomdigi, Meutya Hafid, meninjau Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) Kelas I Makassar di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Senin (16/6).

Turut mendampingi Bupati Gowa pada penerimaan kunjungan Menkomdigi Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni, Camat Bontomarannu, Muhammad Syafa'at Surya Atmaja

Bupati Gowa mengatakan pemerintah akan bersikap tegas melakukan upaya pelindungan kepada anak-anak sebagai generasi mendatang, utamanya dalam perkembangan dunia digital saat ini. Untuk itu dirinya memberikan dukungan penuh atas upaya pemerintah pusat melalui kebijakan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dalam melindungi anak-anak dari bahaya digital, termasuk dari kekerasan digital (cyberbullying) yang marak di media sosial.

Husniah  juga menyoroti keberhasilan pengawasan konten kekerasan yang melibatkan anak-anak di platform digital.

Peran Ibu Sangat Penting

Sementara, Menkomdigi, Meutya Hafid menegaskan pentingnya peran orang tua, khususnya para ibu, dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada anak-anak dari ancaman dunia digital yang semakin kompleks.

Selain memantau sistem pengawasan spektrum frekuensi, Meutya juga mengangkat isu penting mengenai keselamatan anak-anak dalam penggunaan teknologi dan media digital.

“Kami percaya bahwa meskipun peran ayah penting, ibu-ibu seringkali memiliki lebih banyak waktu bersama anak di rumah, sehingga lebih strategis dalam memberikan edukasi soal keamanan digital,” ujar Meutya Hafid kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan regulasi untuk menunda akses media sosial bagi anak-anak, namun kebijakan itu perlu didukung dengan edukasi dari lingkungan keluarga.

“Aturan saja tidak cukup. Peran keluarga, terutama ibu sebagai pendidik pertama anak, sangat krusial untuk memastikan anak-anak memahami risiko di dunia maya,” jelasnya.

Meutya juga mengimbau pemerintah daerah untuk mengevaluasi kemungkinan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah.

Langkah ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan bebas dari distraksi digital.

“Kami mendorong kepala daerah, termasuk di Sulawesi Selatan, untuk mengkaji apakah pembatasan gawai di sekolah bisa diterapkan demi keamanan dan kenyamanan belajar anak,” harapnya. (SP.news)

Halaman:

Terkini