Pemprov Bengkulu Apresiasi Bakti Sosial Sentra Dharma Guna, Salurkan Bantuan Miliaran Rupiah

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Senin, 15 Juni 2026 | 13:11 WIB
Pemprov Bengkulu apresiasi UPT Kemensos salurkan bantuan di Bengkuli Rp 3.5  milair. (Foto/Ist)
Pemprov Bengkulu apresiasi UPT Kemensos salurkan bantuan di Bengkuli Rp 3.5 milair. (Foto/Ist)

Bengkulu, SUARA PEMBARUAN - Pemerintah Provinsi Bengkulu mengapresiasi pelaksanaan bakti sosial yang digelar Sentra "Dharma Guna" Bengkulu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial RI, sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan dan kurang mampu.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni saat menghadiri kegiatan bakti sosial dan khitanan massal di Bengkulu, Senin, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga wujud kepedulian dan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sentra Dharma Guna. Kegiatan hari ini merupakan bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat," kata Herwan.

Ia menyebutkan total bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencapai Rp3.555.116.733. Bantuan itu terdiri atas Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) triwulan I dan II sebesar Rp3.306.796.733, program khitanan massal Rp127.500.000, operasi katarak gratis Rp119.700.000, serta program bebas pasung Rp1.120.000.

Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan Kepala Sentra "Dharma Guna" Bengkulu Hari Setiadi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu yang diwakili Sekda Bengkulu, sementara pelaksanaan dan pengelolaannya dilakukan langsung oleh Sentra "Dharma Guna" Bengkulu.

Herwan menilai program pembebasan pasung bagi penyandang disabilitas mental dan pembebasan tunggakan biaya sekolah bagi masyarakat kurang mampu merupakan program yang sangat menyentuh aspek kemanusiaan.

Menurut dia, kedua program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memuliakan martabat masyarakat sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.

Pemprov Bengkulu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang terlibat, di antaranya Rumah Sakit Rafflesia, Rumah Sunat Poniran, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu atas dukungan dan kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan sosial tersebut.

Selain itu, Herwan menginstruksikan jajaran Dinas Sosial untuk memastikan masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem memperoleh perhatian dan prioritas, terutama terkait akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh wilayah Bengkulu.

"Kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap semakin banyak masyarakat yang terbantu dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sentra "Dharma Guna" Bengkulu Hari Setiadi mengatakan khitanan massal yang menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial tersebut telah dimulai beberapa hari sebelumnya dan diikuti 100 anak.

Peserta khitanan massal terdiri atas lima anak dari Kabupaten Bengkulu Tengah, tiga anak dari Kabupaten Seluma, dua anak dari Kabupaten Bengkulu Utara, satu anak dari Kabupaten Kepahiang, dan 89 anak dari Kota Bengkulu.

Menurut Hari, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan bagi anak-anak mereka.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga mereka. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat," katanya.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X