Kasus Kematian Mahasiswa UNUD, Timothy: Dugaan Perundungan Jadi Arah Baru Penyelidikan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 20 Oktober 2025 | 06:36 WIB
Menyoroti kasus kematian Mahasiswa Udayana, Timothy Anugerah yang dibayangi skandal perundungan di lingkungan kampus. (X.com/@rzkdhl)
Menyoroti kasus kematian Mahasiswa Udayana, Timothy Anugerah yang dibayangi skandal perundungan di lingkungan kampus. (X.com/@rzkdhl)

 

 

Denpasar, SUARA PEMBARUAN - Kasus kematian mahasiswa Universitas Udayana (UNUD), Timothy Anugerah Saputra (22), terus menjadi perhatian publik. Peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu, 15 Oktober 2025, kini memunculkan dugaan kuat bahwa korban mengalami perundungan (bullying) sebelum meninggal dunia.

Keluarga yang semula memilih diam, akhirnya menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan atas kematian putra mereka. Kepolisian Resor Kota Denpasar pun telah membuka penyelidikan penuh untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di kampus tempat korban menempuh pendidikan.

Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, menyatakan pihaknya sedang mendalami berbagai kemungkinan penyebab kematian Timothy.


“Polisi sedang melakukan serangkaian penyelidikan untuk mencari titik terang apakah korban bunuh diri, mengalami kecelakaan, atau ada unsur lain di balik peristiwa tersebut,” ujar Sukadi di Denpasar, Minggu (19/10/2025).

Sukadi mengungkapkan, semula pihak keluarga menyatakan keikhlasan dan enggan membuat laporan. Namun, kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran di balik kasus tersebut.


“Awalnya orang tua korban tidak ingin melapor dan sudah ikhlas. Tapi karena ada hal-hal yang perlu diklarifikasi, kami tetap melakukan pendalaman,” jelasnya.

Situasi berubah setelah keluarga mengajukan laporan resmi ke polisi, membuka peluang ditemukannya fakta baru mengenai penyebab jatuhnya Timothy dari lantai empat gedung kampus UNUD.

Dampak kasus ini juga menjalar ke dunia medis. RSUP Prof Ngoerah Denpasar, tempat sejumlah mahasiswa kedokteran UNUD menjalani program koas, mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara aktivitas para mahasiswa yang diduga terlibat dalam tindakan perundungan terhadap Timothy.

Plt Direktur Utama RSUP Prof Ngoerah, I Wayan Sudana, menegaskan bahwa pihaknya telah mengembalikan mahasiswa terkait ke pihak kampus untuk proses investigasi lebih lanjut.


“RS Ngoerah mengambil langkah tegas dengan mengembalikan peserta didik ke Universitas Udayana untuk pendalaman dan evaluasi,” ujarnya.

Sudana menambahkan, perilaku tidak beretika tersebut mencoreng nama baik lembaga pendidikan dan rumah sakit.
“Kami tegaskan, mereka bukan karyawan rumah sakit, melainkan peserta didik. Jadi, tindakan mereka tidak mewakili RS Ngoerah,” tegasnya.

Kasus ini turut menuai reaksi keras dari kalangan parlemen. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyebut tragedi ini sebagai peringatan keras bagi dunia pendidikan agar tidak menutup mata terhadap kekerasan di lingkungan kampus.

Hetifah mendorong seluruh perguruan tinggi segera mengaktifkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPKS) serta membuka kanal pelaporan yang aman bagi mahasiswa.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X