Pembangunan Ekonomi Sumatera Harus Bertumpu pada Potensi Lokal

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Senin, 13 Oktober 2025 | 14:48 WIB
Pelabuhan di Sumatera
Pelabuhan di Sumatera

 

Pembangunan ekonomi di wilayah Sumatera tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat. Pulau yang kaya sumber daya alam ini memiliki kekuatan besar untuk tumbuh mandiri bila potensi lokalnya digerakkan secara serius dan terencana. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, energi, pariwisata, perikanan, hingga industri kreatif — semua menjadi fondasi kuat bagi kemajuan ekonomi masyarakat.

Menurut Amidi MM tokoh ekonomi Sumatera, arah pembangunan ke depan harus menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan kekayaan lokal. “Pembangunan ekonomi daerah harus berpijak pada potensi lokal dan semangat kolaborasi. Dengan demikian, masyarakat akan merasakan langsung manfaat pertumbuhan ekonomi tersebut,”ujarnya.

Baca Juga: MyPertamina Futsal Competition 2025 Sukses Digelar : SMA Negeri 1 Merauke Juara, Talenta Muda Papua Selatan Bersinar

Amidi menilai, Sumatera memiliki posisi strategis karena kekayaan alamnya yang melimpah serta letak geografisnya yang dekat dengan jalur perdagangan internasional. Ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan pusat-pusat ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Namun, potensi itu harus dikelola dengan terencana, melibatkan semua pihak, dan tidak sekadar menjadi jargon pembangunan.

Dalam pandangannya, masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, sedangkan pelaku usaha dan akademisi menjadi motor penggerak inovasi. “Kalau semua bergerak bersama, maka pertumbuhan ekonomi Sumatera akan jauh lebih cepat dan merata,” kata Amidi.

Ia juga menekankan pentingnya membangun mentalitas produktif di kalangan masyarakat. Menurutnya, banyak daerah di Sumatera yang memiliki kekayaan alam, tetapi belum tergarap optimal karena pola pikir masyarakat masih menunggu bantuan. Padahal, peluang usaha sangat besar jika masyarakat mau berinovasi dan bekerja keras. *“Bangkitkan semangat kerja keras dan inovasi. Jangan hanya menunggu, tapi ciptakan peluang,”* tegasnya.

Salah satu sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). UMKM terbukti menjadi penopang ekonomi di saat krisis. Karena itu, Amidi mendorong agar pelaku UMKM di Sumatera diberikan akses permodalan yang mudah, pelatihan manajemen usaha, serta pendampingan berkelanjutan agar bisa naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Selain pemberdayaan ekonomi rakyat, tata kelola pembangunan juga menjadi perhatian penting. Amidi mengingatkan bahwa potensi yang besar tidak akan membawa manfaat bila dikelola dengan cara yang salah. Korupsi, ketidakjujuran, dan monopoli harus dihindari. *“Pembangunan ekonomi bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga membangun integritas, kejujuran, dan semangat gotong royong,”* ujarnya.

Baca Juga: Siswa Belajar Jadi Penolong Sejak Dini, Simulasi Siaga Bencana di Mandai

Ia juga optimistis bahwa bila pembangunan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis potensi lokal, Sumatera bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Dengan sumber daya alam yang melimpah, SDM yang terus berkembang, serta posisi strategisnya, Sumatera memiliki semua modal dasar untuk maju.

“Kalau potensi daerah dikelola dengan baik, jujur, dan berkeadilan, maka Sumatera akan menjadi daerah yang makmur dan kuat secara ekonomi,” pungkas Amidi dengan penuh keyakinan.

Harapan ini bukan sekadar mimpi. Di berbagai daerah di Sumatera, mulai tumbuh kesadaran baru tentang pentingnya kemandirian ekonomi.

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X