Tasikmalaya, SUARA PEMBARUAN — Menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80, warga Kecamatan Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat, mencuri perhatian publik dengan membuat sebuah patung raksasa yang disebut-sebut mirip tokoh politik populer, Dedi Mulyadi.
Dalam unggahan video di akun Instagram @sekitargarut pada Rabu, 30 Juli 2025, patung besar yang menyerupai mantan Bupati Purwakarta tersebut tampak berdiri megah di tengah permukiman warga. Patung itu tampak mengenakan pakaian serba putih lengkap dengan iket kepala khas Sunda, mirip gaya khas Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa KDM.
“Warga memeriahkan Agustus buat patung KDM, tapi tinggi banget!” tulis akun @sekitargarut dalam keterangan unggahannya.
Patung unik tersebut dibuat sebagai bagian dari semarak lomba dan kegiatan warga dalam menyambut 17 Agustus, dan langsung menjadi pembicaraan hangat warganet. Selain takjub, tak sedikit pula yang mengaku salah fokus (salfok) dengan ukuran dan sosok patung yang berdiri tegak di tengah pemukiman.
Beberapa komentar warganet bahkan mengungkapkan rasa takut jika melihat patung tersebut saat malam hari.
“Kabayang mun peuting,” tulis akun @sekitargarut, menggambarkan betapa mengagetkannya patung itu di malam hari.
“Sieun, jaba sisi sawah,” ujar akun @ernwatiteni, yang mengaku takut karena letak patung itu berada dekat area persawahan.
Video tersebut langsung viral di media sosial dengan lebih dari 101 ribu tayangan dan disukai hampir 2.800 pengguna Instagram. Hingga kini, belum ada klarifikasi dari pembuat patung terkait inspirasi desain, namun daya tariknya sukses menyita perhatian netizen dan turut menyemarakkan semangat kemerdekaan.*
Artikel Terkait
Terselamatkan dari Upaya Bunuh Diri, Remaja Cirebon Kini Jadi Anak Asuh Gubernur Dedi Mulyadi
Putra Dedi Mulyadi Akan Menikah dengan Wakil Bupati Garut, KDM Beri Wejangan Mendalam soal Pernikahan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Mediasi Pihak-pihak Terkait Kematian Siswa SMAN 6 Garut
Dedi Mulyadi Siap Diperiksa Terkait Tragedi Pesta Rakyat di Garut: Hukum Berlaku untuk Semua
Dedi Mulyadi Tegas Tolak Cabut Larangan Study Tour: Pendidikan Harus Utamakan Manfaat, Bukan Bebani Orang Tua