Pengerukan Alur Pelabuhan Pulau Baai Molor, Gubernur Helmi Minta Pelindo Percepat

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Selasa, 1 Juli 2025 | 07:25 WIB
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan sidak ke pelabuhan Pulau Baai untuk memastikan kemajuan pengerukan alur pelabuhan tersebut.(Foto/Ist)
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan sidak ke pelabuhan Pulau Baai untuk memastikan kemajuan pengerukan alur pelabuhan tersebut.(Foto/Ist)

Bengkulu, SUARA PEMBARUAN- Pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai kembali meleset dari target PT Pelindo Regional II pada akhir Juni timbunan pasir di alur sudah berhasil disedot dan alur tembus ke kolam pelabuhan, sehingga kapal bisa keluar masuk ke pelabuhan tersebut.

Namun, janji tersebut hanya tinggal janji saja, ketika Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melakukan sidak ke lokasi pengelurkan, Senin (30/6/2025), ternyata janji yang disampaikan PT Pelindo sebelumnya tidak terbukti. Bahkan, pihak PT Pelindo minta tambahan waktu 2 hari untuk menyelesaikan pekerjaan membuka alur masuk.

Gubernur Helmi mengatakan, keterlambatan pengerukan ini bukanlah yang pertama kali. Sejak awal, janji PT Pelindo untuk menyelesaikan pengerukan tidak pernah tepat waktu. Meski demikian, ia masih memaklumi karena proses pengerukan memang menghadapi tantangan kondisi cuaca dan laut.

"Ini janji lagi, selesai dua hari. Nanti dua hari ke depan kita datang lagi," ujar Helmi sedikit kecewa dengan PT Pelindo. Dalam sidak tersebut, Gubernur Helmi sempat meminta agar PT Pelindo menambah armada kapal pengerukan. Namun, GM Pelindo Joko mengaku permintaan itu tidak memungkinkan lantaran sempitnya alur

.Baca Juga: Hanya 36 Persen Produksi CPO Bengkulu Dikapalkan Lewat Pelabuhan Pulau Baai

"Ini bukan soal serius atau tidak serius. Tapi Pelindo mengaku sudah bekerja maksimal," lanjutnya. Terkait pembangunan wilayah pesisir, Helmi menyampaikan Pemprov Bengkulu terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat. Ia mengaku sudah berkunjung langsung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Hasilnya, KKP telah mengirim kapal ke Pulau Enggano yang bisa digunakan untuk mengangkut warga ke Kota Bengkulu. Namun, kapal berukuran besar tersebut belum bisa dimanfaatkan untuk mengangkut hasil pertanian dari Enggano.

Tak hanya itu, KKP juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Enggano. "Saya sudah minta Bupati Bengkulu Utara untuk menindaklanjuti bantuan ini," kata Helmi.  Sementara dari Kementerian Sosial, turut diberikan dukungan dengan pembangunan lumbung bencana di Pulau Enggano.

Baca Juga: Usai Insiden di Rinjani, Pemerintah Siapkan Evaluasi Menyeluruh SOP Pendakian Gunung

Gubernur Helmi juga menyinggung pentingnya percepatan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Ia berharap dengan adanya Instruksi Presiden (Inpres) terkait percepatan pembangunan Pulau Enggano, PT Pelindo dapat segera menuntaskan revitalisasi pelabuhan tersebut.

"Karena sesungguhnya pelabuhan Pulau Baai ini sangat strategis dan penting. Dibanding pelabuhan di Sumsel, Sumbar, dan Lampung, pelabuhan kita jauh lebih luas," pungkasnya.

Rumahkan Karyawan

Sementara itu, keterangan yang dihimpun menyebutkan, akibat pengerukan alur pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu tidak kunjung selesai menyebabkan sejumlah perusahaan jasa angkutan pelabuhan terpaksa merumahkan karyawannya karena tidak mampu lagi membayar gaji, akibat sudah hampir empat bulan tidak ada kegiatan.

"Sudah ratasan karyawan yang bekerja di sejumlah perusahaan jasa angkutan pelabuhan Pulau Baai, dirumahkan karena perusahaan tempatnya bekerja tidak mampu lagi bayar gaji karena kegiatan tidak ada sama sekali setelah kapal tidak bisa masuk ke pelabuhan Bengkulu," kata sumber di Bengkulu, Selasa (1/7/2025).

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X