pendidikan

D-DART UNDIP Turun ke NTT, Bawa Bantuan dan Siapkan Tim Medis untuk Pemulihan Bencana

Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:48 WIB
UNDIP mengirim tim D-DART ke NTT untuk menyalurkan bantuan sekaligus memetakan kebutuhan medis dan logistik bagi warga terdampak bencana.




Semarang, SUARA PEMBARUAN  – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Melalui Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART), UNDIP mengirim tim relawan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan sekaligus memetakan kebutuhan warga di lokasi terdampak.

Tim yang diberangkatkan pada Jumat, 21 Agustus 2026 itu terdiri atas dosen dan mahasiswa, yakni Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, S.Kep., M.Kep., Ahmad Aqil Widyantoro, S.E., Mohammad Pandu Pradana, S.Si., dan Fadhil Raihan Akbar, S.Kep.

Kehadiran tim tersebut tidak sekadar membawa bantuan hasil donasi dari sivitas akademika UNDIP. D-DART juga menjalankan fungsi sebagai surveillance team untuk memantau kondisi lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan yang nantinya menjadi dasar pengiriman tim medis serta bantuan logistik lanjutan.

Langsung Berkoordinasi dengan Tim Penanganan Bencana
Setibanya di NTT, tim D-DART langsung berkoordinasi dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) NTT serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT.

Kondisi di sejumlah wilayah terdampak yang masih menghadapi gempa lokal membuat aspek keselamatan menjadi perhatian utama para relawan.

Prinsip “Aman Diri, Aman Lingkungan” diterapkan selama tim melakukan aktivitas di lapangan. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga dilakukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Selain mendistribusikan bantuan, D-DART turut mempersiapkan kebutuhan tenaga dokter spesialis yang akan dikirim dalam misi berikutnya sebagai bagian dari medical team.

Ketua D-DART sekaligus Team Leader keberangkatan tahap pertama, Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, mengatakan koordinasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan penanganan lanjutan.

Koordinasi dilakukan bersama Ns. Sherly Sani Mahoklory, S.Kep., M.Kep., dari HIPGABI NTT serta Mellyani Daik dari BPBD Provinsi NTT.

UNDIP Hadir untuk Meringankan Beban Warga
Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan kehadiran D-DART merupakan bentuk nyata kepedulian kampus terhadap masyarakat sekaligus implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

“UNDIP hadir bersama masyarakat yang merupakan wujud nyata kepedulian serta menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Besar harapan, bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT,” ujar Suharnomo.

Ia berharap keterlibatan UNDIP dapat ikut mempercepat proses pemulihan masyarakat dan wilayah yang terdampak bencana.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membersamai kita semua dan UNDIP dapat membantu mempercepat proses pemulihan di wilayah NTT,” imbuhnya.

D-DART Punya Rekam Jejak Penanganan Bencana
D-DART merupakan Pusat Penanggulangan Bencana di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP, yang berada di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik.

Tim tersebut telah terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan di sejumlah daerah yang mengalami bencana.

Beberapa di antaranya adalah penanganan gempa Lombok, likuifaksi Palu, pandemi COVID-19, banjir Semarang-Demak, hingga bencana alam di Cirebon.

Dengan pengalaman tersebut, keberangkatan D-DART ke NTT diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan warga dalam situasi darurat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun respons kebencanaan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Tags

Terkini

Tim Unsoed Kenalkan Pelet Ikan Berbasis Magot

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:44 WIB