pendidikan

Kasus Gangguan Mental Anak Jadi Alarm, PNM Perkuat Peran Keluarga di NTT

Jumat, 12 Juni 2026 | 10:10 WIB

 

Bajawa, SUARA PEMBARUAN – Isu kesehatan mental anak semakin menjadi perhatian berbagai pihak, terutama di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi anak dan remaja dalam proses tumbuh kembang mereka. Keluarga dinilai memiliki peran paling penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif bagi anak, khususnya saat menghadapi masa transisi pendidikan maupun tekanan sosial di lingkungan sekitar.

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sepanjang periode 2023 hingga 2025 tercatat sebanyak 116 kasus pengakhiran hidup pada anak berusia 10 hingga 18 tahun. Mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia 13 hingga 17 tahun. Fakta tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi psikologis anak dan remaja.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental anak, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan ruang edukasi bagi keluarga, khususnya para ibu, untuk memahami pola pengasuhan yang positif serta pentingnya memberikan pendampingan emosional kepada anak. Selain sesi edukasi, masyarakat juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan berbagai aktivitas pembelajaran informal yang melibatkan anak-anak.

Program ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga sekaligus memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan dan penuh empati bagi anak-anak.

Tidak hanya berfokus pada aspek sosial, PNM juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi keluarga. Di wilayah Bajawa, perusahaan mengembangkan klaster usaha buah pala yang memiliki potensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat.

Melalui pendampingan usaha, akses pembiayaan, serta pelatihan kewirausahaan, perempuan prasejahtera didorong untuk mengembangkan usaha ultra mikro sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar peningkatan pendapatan keluarga. Menurutnya, perempuan yang memiliki akses terhadap pengetahuan, dukungan, dan kesempatan berusaha akan mampu memberikan pendampingan yang lebih baik kepada anak-anak mereka.

“PNM percaya bahwa perempuan yang berdaya mampu menghadirkan perubahan positif, baik di dalam keluarga maupun di lingkungan sekitarnya. Karena itu, melalui kolaborasi ini kami ingin membantu para ibu menjadi lebih mandiri sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pola asuh yang penuh perhatian. Kesehatan mental anak merupakan tanggung jawab bersama, dan setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh empati,” ujar Kindaris.

Melalui sinergi antara penguatan ekonomi keluarga dan edukasi pengasuhan, PNM berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang lebih sehat secara mental sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang tangguh dan sejahtera.*

 

Tags

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB