otomotif

Hakim Danish Hampir Podium, Veda Ega Jadi Target Pembalap Eropa

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:40 WIB
aksi overtake presisi veda ega (ist)

Barcelona, SUARA PEMBARUAN - Kisah berbeda dialami pebalap Malaysia, Hakim Danish. Start dari P10, ia tampil agresif dan sempat bersaing di grup pemimpin, bahkan menduduki P3 pada lap ke-9. Namun, menjelang lap 15, ban depannya mulai terasa push (understeer) sehingga ia kehilangan dua posisi dalam satu tikungan. Ia finis di P7.

"Sayang sekali. Pagi ini motor terasa sempurna. Tapi 5 lap terakhir, ban depan terasa seperti meminta saya untuk mengurangi kecepatan. Saya memilih aman karena masih banyak seri tersisa. P7 bukan hasil buruk, ini hasil terbaik saya musim ini," tutur Hakim.
"Hakim kehabisan grip depan karena terlalu agresif di 10 lap pertama. Di Moto3, mengelola degradasi ban adalah seni. Tapi secara mental, ia sudah naik level," analisis Nicolas Goubert, pakar ban teknis.

Misi Terselubung di Balik Penalti

Di balik persaingan sengit di lintasan, beredar informasi kuat dari dalam paddock mengenai adanya "koordinasi tak resmi" di antara sejumlah pembalap asal Eropa untuk menghambat laju Veda Ega — pembalap Asia Tenggara yang sedang naik daun. Misinya disebut-sebut bukan sekadar menang, tapi memastikan Veda kehilangan poin krusial lewat berbagai skenario "nakal" seperti blocking halus, manuver batas aman, hingga pemanfaatan long lap penalty secara tidak sportif.
Beberapa indikasi mengarah pada tindakan berikut:
- Pengereman mendadak di area tanpa kamera TV untuk memaksa Veda keluar jalur.
- Gerakan pindah jalur ganda yang mengganggu ritme Veda di tikungan cepat.
- Komunikasi kode melalui pit board yang memerintahkan pembalap tertentu untuk "memperlambat grup" jika Veda mencoba menyalip.
Meski belum ada bukti rekaman langsung, sejumlah kru tim Asia melaporkan adanya pertemuan singkat antar manajer tim Eropa setelah sesi kualifikasi. "Mereka sadar Veda punya pace luar biasa. Satu-satunya cara adalah memaksanya mengambil risiko di luar batas," ujar seorang sumber anonim dari dalam paddock.

Rangkuman Insiden & Penalti

- Casey O'Gorman (British Talent Team) mendapat penalti turun 12 grid karena dangerous riding (melaju terlalu lambat di jalur cepat saat Q1). Penalti ini justru "menyumbangkan" kenaikan posisi start bagi Veda Ega — ironi bagi skenario jegal yang direncanakan.
- Rico Salmela (Finland) menjalani Long Lap Penalty karena menghalangi Veda Ega dan pembalap lain di FP1. Banyak yang menilai ini bagian dari pola penghalangan sistematis.
- Hakim Danish tidak terkena penalti, hanya teguran dari tim karena sedikit melebar di lintasan pada lap ke-16. Sikapnya yang memilih aman justru kontras dengan "misi kotor" yang diduga dijalankan pembalap Eropa lainnya.

Di balik hasil P7 yang positif bagi Hakim Danish, persaingan Moto3 menyisakan cerita lain tentang tekanan non-teknis terhadap pembalap Asia. Apakah Veda Ega akan mampu menembus "blokade Eropa" di seri berikutnya? Kita tunggu.

Seri selanjutnya adalah GP Italia (Mugello) pada akhir Mei 2026. Sirkuit Mugello yang cepat dan memiliki tikungan panjang diperkirakan akan menguntungkan pembalap dengan akselerasi mesin KTM yang agresif.
"Mugello adalah kandangnya para pembalap Italia. Tapi jangan tuliskan Quiles. Jika Veda Ega bisa start di posisi 10 besar, dia punya peluang podium. Hakim Danish juga bisa memecahkan top 5 jika masalah grip depannya selesai." ujar Simon Crafar, analis MotoGP World Feed

Berikut klasemen seusai seri Catalunya (17 Mei 2026):

1. | Maximo Quiles (Spanyol) | 140 |
2. | Adrian Fernandez (Spanyol) | 76 |
3. | Alvaro Carpe (Spanyol) | 73 |
4. | Marco Morelli (Argentina) | 58 |
5. | Veda Ega Pratama (Indonesia) | 58 |
6. | Valentin Perrone (Argentina) | 56 |
7. | David Almansa (Spanyol) | 52 |
8. | Guido Pini (Italia) | 46 |
9. | Brian Uriarte (Spanyol) | 42 |
10. | David Munoz (Spanyol) | 38 |
11. | Hakim Danish (Malaysia) | 27 |
12. | Joel Esteban (Spanyol) | 23 |

Tags

Terkini

Stiletto Dagger Kreatifitas Tanpa Batas Kromworks

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 21:55 WIB