Pesepeda Dunia ikuti Kejuaraan 76 IDH dan IXC 2025 Digelar di Bukit Klangon

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 21:48 WIB
Kejuaraan 76 IDH dan IXC 2025 Digelar di Bukit Klangon. (Ist)
Kejuaraan 76 IDH dan IXC 2025 Digelar di Bukit Klangon. (Ist)

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Bukit Klangon, Sleman, Yogyakarta, kembali membuktikan diri sebagai destinasi unggulan bagi olahraga sepeda gunung internasional. Sabtu (09/08/2025), kawasan lereng Merapi ini menjadi tuan rumah dua ajang bergengsi sekaligus putaran kedua 76 Indonesian Downhill (IDH) dan debut 76 Indonesian Cross-country (IXC). Kedua kejuaraan yang diinisiasi oleh 76Rider ini sukses menyedot perhatian ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, serta sejumlah rider dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Kejuaraan IXC 2025 yang telah terdaftar dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) kategori Class 2 (C2), menyuguhkan persaingan ketat di delapan kelas. Di kategori utama Men Elite, pebalap nasional Zaenal Fanani tampil gemilang. Start dari posisi keempat, peraih emas SEA Games Hanoi 2021 ini hanya butuh satu lap untuk memimpin dan mempertahankan keunggulan hingga garis akhir. Ia mencatat waktu 1 jam 33 menit 22 detik, unggul hampir lima menit dari Feri Yudoyono di posisi kedua.

Di kelas Women Elite, Sayu Bella Sukma Dewi menunjukkan dominasi penuh. Atlet peringkat 98 dunia ini menyelesaikan enam lap dengan waktu 1 jam 23 menit 47 detik, meninggalkan pesaing terdekatnya, Nor Deena Safia Nor Effandy dari Malaysia, dengan selisih waktu lebih dari lima menit.

“Alhamdulillah saya bisa menjadi juara di kejuaraan perdana IXC 2025. Lintasan Bukit Klangon sangat menantang, dan persaingan di kelas Men Elite semakin kompetitif dengan hadirnya atlet dari luar negeri. Semoga kejuaraan XC bertaraf internasional seperti ini bisa rutin digelar di Indonesia,” ujar Zaenal Fanani usai naik podium.

Event Director, Aditya Nugraha, turut menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta dan komunitas sepeda lintas alam. Ia menilai IXC 2025 sebagai langkah penting dalam pengembangan cabang cross-country di Indonesia.

“Kejuaraan ini membuka peluang lebih luas bagi atlet XC untuk berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Persaingan sangat ketat, dan setiap pebalap menunjukkan performa terbaiknya. Kami ucapkan selamat kepada para juara,” kata Aditya.

Seeding Run IDH 2025

Sesi seeding run untuk putaran kedua IDH 2025 juga berlangsung seru dan penuh kejutan. Di kelas Men Elite, downhiller Pahraz Salman Alparisi dari Tim Polair DH mencuri perhatian dengan catatan waktu tercepat 2 menit 20 detik, menempatkannya di posisi unggulan untuk final run Minggu (10/08/2025). Ia mengungguli Andy Prayoga, pemuncak klasemen sementara, yang harus puas di posisi kedelapan.

Di kelas Men Junior, Dimas Aradhana dari Tim 76 Rider DH Squad menunjukkan potensi besar dengan waktu 2 menit 22 detik. Sementara di Women Elite, Riska Agustina kembali menunjukkan dominasinya dengan torehan 2 menit 33 detik, mengamankan posisi hot seat untuk final run.

Dengan atmosfer kompetitif dan lintasan yang menantang, Bukit Klangon tak hanya menjadi panggung prestasi, tetapi juga simbol kemajuan olahraga sepeda gunung Indonesia. Kejuaraan IDH dan IXC 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event berkelas dunia yang memikat atlet internasional dan memperkuat ekosistem sepeda gunung nasional.

 

 

 

 

Halaman:

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polri Resmi Gelar E-Sport Kapolri Cup 2026

Minggu, 7 Juni 2026 | 17:32 WIB
X