Resmi Pimpin Tim Pencari Bakat PSSI, Simon Tahamata Fokus Kembangkan Talenta Lokal dan Diaspora

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 22 Mei 2025 | 18:41 WIB
Legenda timnas Belanda asal Ambon, Simon Tahamata yang kini resmi jadi pemandu bakat timnas Indonesia.
Legenda timnas Belanda asal Ambon, Simon Tahamata yang kini resmi jadi pemandu bakat timnas Indonesia.


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - PSSI secara resmi mengumumkan penunjukan Simon Tahamata sebagai Kepala Pemandu Bakat Nasional pada Kamis, 22 Mei 2025. Pengangkatan ini menjadi langkah penting dalam upaya PSSI memperkuat fondasi pengembangan pemain nasional, terutama dalam menyongsong Piala Dunia 2026 dan kompetisi-kompetisi mendatang.

Dalam jabatan barunya, Tahamata bertugas mencari serta menjaring bakat-bakat potensial dari seluruh penjuru Indonesia maupun dari komunitas diaspora, terutama yang berada di Belanda. Ia akan bersinergi erat dengan pelatih kepala Patrick Kluivert serta tim kepelatihan lainnya seperti Gerald Vanenburg dan Nova Arianto, demi meningkatkan kualitas serta kesinambungan pengembangan Timnas Indonesia.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut antusias bergabungnya Tahamata ke dalam struktur organisasi. Menurut Erick, pengalaman pria keturunan Maluku ini dalam membina pemain muda akan menjadi nilai tambah besar dalam perjalanan sepak bola Indonesia menuju panggung dunia.

Simon Tahamata sendiri mengungkapkan rasa antusiasnya menyambut tantangan baru ini. Dalam pernyataannya, ia mengaku tidak sabar untuk segera berkolaborasi dengan tim pelatih Timnas Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan dukungan yang diterimanya sejak kabar bergabungnya beredar.

Tahamata lahir di Belanda pada 26 Mei 1956 dari keluarga berdarah Maluku. Ia memulai karier sepak bolanya di klub lokal TSV Theole, lalu menapaki karier profesional bersama Ajax Amsterdam. Tahamata menjalani debut bersama tim utama Ajax pada Oktober 1976 dan selama lima musim, ia mencatatkan 149 penampilan, mencetak 17 gol serta 33 assist.

Selain karier klubnya yang mentereng, Tahamata juga sempat memperkuat Timnas Belanda. Ia mencatatkan 22 caps dan menyumbang dua gol bagi Negeri Kincir Angin dari tahun 1979 hingga 1986. Debutnya bersama timnas berlangsung pada laga peringatan 75 tahun FIFA melawan Argentina di Bern, Swiss.

Dengan rekam jejak tersebut, kehadiran Simon Tahamata di tubuh PSSI diharapkan dapat membawa angin segar bagi pembinaan pemain nasional, memperluas jangkauan pencarian bakat, dan memperkuat masa depan sepak bola Indonesia di kancah internasional.

 

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polri Resmi Gelar E-Sport Kapolri Cup 2026

Minggu, 7 Juni 2026 | 17:32 WIB
X