BIAK NUMFOR, SUARA PEMBARUAN – Kabut asap tebal mulai mengganggu aktivitas warga di Kabupaten Biak Numfor, Papua, menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah titik sejak Jumat, 21 Agustus 2026.
Kondisi tersebut ramai dibagikan warga melalui media sosial. Salah satunya akun TikTok @sickmundfreud yang mengunggah video kondisi Biak Numfor dengan jarak pandang yang disebut sangat rendah akibat kepungan asap.
Dalam unggahan pada Senin, 24 Agustus 2026, pemilik akun menyebut mendapat banyak laporan dari warga di sejumlah lokasi yang masih diselimuti asap.
“Pagi ini gue bangun dan langsung dapat banyak update teman-teman di Biak-Papua dan di beberapa titik, asap masih tebal dengan visibility masih sangat rendah,” tulisnya dalam keterangan video.
Dari Hutan Hijau Menjadi Kepungan Asap
Video tersebut juga memperlihatkan perubahan kondisi kawasan hutan dalam kurun waktu dua bulan. Rekaman pada Juni 2026 menunjukkan pepohonan masih tampak hijau dengan langit cerah.
Situasi berbeda terlihat dalam rekaman Agustus 2026. Kawasan yang sebelumnya hijau kini dipenuhi asap. Bahkan, sejumlah titik api masih terlihat menyala di sekitar vegetasi di tepi jalan.
Kondisi itu menggambarkan cepatnya perubahan kawasan akibat kebakaran yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Muncul Dugaan Pembakaran Sengaja
Di unggahan lainnya, pemilik akun turut menyampaikan cerita warga mengenai dugaan adanya pembakaran yang dilakukan secara sengaja.
Ia mengaku mendapat cerita dari seorang warga yang mengetahui adanya seseorang diduga membakar sesuatu sebelum melemparkannya ke kawasan hutan.
“Tadi ada mama-mama mampir dan ngajak ngobrol gue dan cerita kalau kemarin pas dia mau pulang ke rumahnya di daerah pegunungan, ada tukang ojek lihat orang bakar kertas terus dilempar ke hutan,” tulisnya.
Menurut cerita tersebut, orang yang diduga melakukan pembakaran sempat hendak dikejar, tetapi berhasil melarikan diri. Tak lama kemudian, lokasi tersebut disebut menjadi salah satu titik kebakaran.
Unggahan itu juga menyebut aktivitas pemadaman terus dilakukan. Kendaraan pemadam bahkan dilaporkan beberapa kali melintas di sekitar permukiman warga.
Dugaan mengenai penyebab kebakaran tersebut masih perlu ditelusuri dan dibuktikan oleh pihak berwenang.
Warga di Sekitar Hutan Ikut Terdampak
Pemilik akun juga menyoroti kondisi masyarakat yang tinggal di kawasan yang berdekatan dengan hutan. Ia menyebut terdapat sekitar 150 titik api yang menjadi sumber kebakaran.
Menurutnya, persoalan karhutla bukan hanya menyangkut kerusakan hutan, tetapi juga berdampak langsung terhadap warga yang rumahnya berada di kawasan tersebut.
“Buat orang yang tinggal di sini, ini bukan sekadar kebakaran hutan. Rumah mereka literally berada di dalam dan dikelilingi hutan,” tulisnya.
Ia berharap penanganan dan bantuan terhadap warga terdampak dapat ditingkatkan, terutama karena asap membuat masyarakat harus menghadapi kualitas udara yang memburuk.
Sekolah Diliburkan, Pembelajaran Daring Disiapkan
Dampak kabut asap juga mulai dirasakan sektor pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor mengarahkan sekolah untuk menghentikan sementara kegiatan pembelajaran mulai Senin, 24 Agustus 2026.
Kondisi tersebut akan terus dipantau selama sekitar satu pekan. Apabila kabut asap belum membaik, pembelajaran secara daring menjadi salah satu opsi yang disiapkan.
Sementara itu, upaya pemadaman dan penanganan karhutla terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk tim SAR.
Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, mengatakan pihaknya menyiapkan 32 personel untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Sebanyak 32 personel SAR disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla, ada personel yang bertugas secara mobile dan ada yang standby on call,” ujar Kundori kepada awak media, Selasa, 25 Agustus 2026.
Personel tersebut nantinya dibagi menjadi dua tim untuk mendukung proses penanganan di lapangan.
Dengan kondisi asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, perhatian kini tertuju pada percepatan pemadaman sekaligus perlindungan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak karhutla.