Jakarta, SUARA PEMBARUAN–Tokoh Muda Santri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Al-Quran Narukan, KH. Zaimul Umam, Ns mengapresiasi hasil Survei Litbang Kompas 2026 yang menunjukkan meningkatnya tingkat kepercayaan, kepuasan, dan citra positif masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Berdasarkan hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen. Menurut KH. Zaimul Umam, capaian itu mencerminkan bahwa berbagai upaya pembenahan, peningkatan pelayanan, dan pengabdian yang dilakukan Polri mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
"Sebagai bagian dari masyarakat pesantren, kami menyambut baik hasil Survei Litbang Kompas 2026 yang menunjukkan meningkatnya tingkat kepercayaan, kepuasan, dan citra positif masyarakat terhadap Polri. Peningkatan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan adanya ikhtiar, kerja keras, dan pengabdian yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Ia menilai, di tengah berbagai tantangan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan bangsa, kehadiran Polri yang dekat dengan masyarakat menjadi kebutuhan penting. Bagi kalangan pesantren, keamanan dan ketenteraman merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan cinta tanah air.
"Ketika masyarakat merasa aman, para santri dapat belajar dengan tenang, para orang tua merasa tenteram, dan kehidupan sosial dapat berjalan dengan baik," katanya.
Meski mengapresiasi capaian tersebut, KH. Zaimul Umam mengingatkan bahwa meningkatnya kepercayaan publik harus dimaknai sebagai amanah yang wajib dijaga oleh seluruh insan Bhayangkara.
Menurutnya, Polri yang dicintai masyarakat adalah institusi yang tidak hanya hadir saat terjadi persoalan hukum, tetapi juga menjadi sahabat, pendamping, dan pelindung dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap hasil survei tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan yang humanis, adil, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Selain itu, ia juga mendorong agar sinergi antara Polri dengan ulama, santri, serta lembaga pendidikan keagamaan semakin diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, seperti penyalahgunaan narkoba, radikalisme, kekerasan terhadap anak, perundungan, hingga dampak negatif perkembangan media digital.
"Pada akhirnya, kami meyakini bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Ketika polisi dekat dengan ulama, santri, dan masyarakat, akan lahir suasana yang sejuk, damai, dan penuh kepercayaan," ungkapnya.
Menutup pernyataannya, KH. Zaimul Umam berharap Polri terus menjaga amanah masyarakat dengan mengedepankan ketulusan dalam setiap pengabdian.
"Peningkatan angka dalam survei tentu patut diapresiasi. Namun yang paling berharga adalah ketika masyarakat benar-benar merasa aman, didengar keluhannya, dan merasakan kehadiran polisi sebagai sahabat dalam kehidupan. Semoga Polri terus menjaga amanah ini, karena kepercayaan masyarakat adalah kehormatan yang harus dirawat dengan ketulusan pengabdian," tutupnya.