Bendungan Radda Rusak, 1.468 Ha Sawah Gagal Tanam

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Jumat, 7 Februari 2025 | 13:06 WIB
Sawah gagal tanam akibat bendungan rusak sejak banjir tahun lalu. Dampaknya terasa di Desa Malela, Cimpu, Kasiwiang, dan Cakkeawo. (illustrasi)
Sawah gagal tanam akibat bendungan rusak sejak banjir tahun lalu. Dampaknya terasa di Desa Malela, Cimpu, Kasiwiang, dan Cakkeawo. (illustrasi)

Luwu - SUARA PEMBARUAN - Sedikitnya 1.468 hektare (Ha) areal persawahan di Kecamatan Suli dan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan terancam tidak dapat ditanami padi lantaran Bendungan Radda rusak setelah diterjang banjir bandang pada Mei 2024 lalu. Akibatnya, suplai air ke sawah-sawah terhambat.

“Belum ada yang turun sawah karena bendungan rusak sejak banjir tahun lalu. Dampaknya terasa di Desa Malela, Cimpu, Kasiwiang, dan Cakkeawo,” ujar Camat Suli, Agus Salim, Kamis (6/2/2025).

Karena keterbatasan air membuat petani terpaksa menyesuaikan pola tanam mereka dan beralih menanam jagung untuk menyiasati kondisi.

“Masa tanam padi sudah lewat, jadi sebagai langkah antisipasi, petani diarahkan menanam jagung,” lanjut Agus Salim.

Camat Suli itu memperkirakan, ratusan hektare sawah terdampak akibat kerusakan bendungan tersebut.

“Sungai yang dulunya dibendung kini kembali mengalir lurus setelah banjir besar. Padahal, itu satu-satunya sumber air untuk persawahan di sini,” jelas Agus Salim kepada media.

Dia mengklaim sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR, BPBD, dan BBWS Pompengan Jeneberang untuk mempercepat perbaikan bendungan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan PUPR, BPBD, dan BBWS Pompengan karena ini bendungan besar. Tapi sampai sekarang belum ada informasi mengenai rencana perbaikannya,” kata Agus Salim.

Bendung Radda dibangun untuk mengairi bagian persawahan di Daerah Irigasi Bajo yang tidak mendapatkan suplai air, yaitu SS Cimpu dan SS Radda, dengan luas total 997,98 hektare.

Bendung ini memiliki daerah tangkapan air seluas 334 kilometer persegi dengan debit rencana sebesar 586 meter kubik per detik. Kerusakan bendungan ini menyebabkan 1.468 hektare sawah di Luwu terancam tak bisa ditanami padi. (SP.news)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X