BPJS Kesehatan Goes to Campus di UNNES, Cetak Mahasiswa Jadi Agen Literasi JKN

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 30 Juni 2026 | 11:14 WIB
BPJS Kesehatan Semarang menggandeng UNNES memperkuat literasi JKN. Mahasiswa disiapkan menjadi agen perubahan di bidang kesehatan.
BPJS Kesehatan Semarang menggandeng UNNES memperkuat literasi JKN. Mahasiswa disiapkan menjadi agen perubahan di bidang kesehatan.

 


Semarang, SUARA PEMBARUAN BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus memperluas edukasi mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada kalangan akademisi melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus yang digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES), Senin (29/6). Program ini menjadi langkah strategis untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai sistem jaminan kesehatan nasional sekaligus menyiapkan mereka sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai program studi di bidang kesehatan, mulai dari Kesehatan Masyarakat jenjang sarjana hingga doktoral, Farmasi, Gizi, serta Kedokteran. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh penjelasan mengenai perkembangan Program JKN, mekanisme kepesertaan, manfaat layanan, hingga berbagai inovasi layanan digital yang telah dikembangkan BPJS Kesehatan.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran UNNES, Sri Ratna Rahayu, menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa yang kelak akan terjun langsung dalam dunia pelayanan kesehatan.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membutuhkan teori di ruang kuliah, tetapi juga wawasan praktis dari penyelenggara Program JKN agar memahami implementasi sistem jaminan kesehatan di Indonesia secara utuh.

"Mahasiswa merupakan generasi emas yang nantinya akan menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan. Bekal pemahaman mengenai Program JKN akan menjadi modal penting ketika mereka berinteraksi dengan masyarakat maupun menjalankan profesinya," ujarnya.

Ia juga melihat mahasiswa memiliki potensi besar sebagai penyambung informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Bahkan, isu kepesertaan JKN yang belum aktif maupun masyarakat yang belum menjadi peserta dapat dijadikan bahan penelitian sekaligus pengabdian masyarakat oleh sivitas akademika.

"Melalui adik-adik mahasiswa ini, penduduk yang saat ini belum menjadi peserta JKN maupun yang kepesertaannya belum aktif dapat menjadi objek penelitian dan pengabdian untuk mendukung keberhasilan program ini," katanya.

Sri Ratna berharap kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus dapat menjadi agenda rutin setiap tahun ajaran baru sehingga seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran UNNES memperoleh pemahaman yang sama mengenai Program JKN sejak awal perkuliahan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, mengatakan kegiatan Goes to Campus merupakan bentuk sinergi antara BPJS Kesehatan dengan institusi pendidikan dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan nasional.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change yang mampu menyebarluaskan informasi dan pemahaman mengenai Program JKN kepada masyarakat luas.

"Mahasiswa perlu memahami perjalanan Program JKN yang hingga kini telah memberikan perlindungan kesehatan kepada jutaan penduduk Indonesia. Dengan bekal pengetahuan tersebut, mereka dapat menjadi agen perubahan yang ikut mengedukasi masyarakat," jelas Sari.

Ia mengungkapkan, besarnya manfaat Program JKN tercermin dari tingginya angka pemanfaatan layanan kesehatan. Sepanjang tahun 2025, rata-rata terdapat sekitar dua juta pemanfaatan layanan kesehatan setiap hari atau setara dengan 1.338 pelayanan setiap menit. Total pembiayaan pelayanan kesehatan yang dijamin Program JKN sepanjang tahun tersebut mencapai Rp190,3 triliun.

Lebih jauh, Sari menjelaskan bahwa dampak Program JKN tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini dinilai mampu memberikan perlindungan finansial kepada sekitar 14 hingga 16 juta penduduk, membantu menekan angka kemiskinan, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebesar 2,71 persen.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X