Harapan Keluarga Miskin Ekstrem, Memacu Semangat Kerja Husniah 

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Minggu, 11 Mei 2025 | 00:08 WIB
Bupati Husniah Talenrangb memeluk erat Daeng Ngintang, warga KME yang terharu dan berterimakasih kepada Pemkab Gowa atas banyaknya bantuan yang diberikan kepada keluarganya.  (Ist)
Bupati Husniah Talenrangb memeluk erat Daeng Ngintang, warga KME yang terharu dan berterimakasih kepada Pemkab Gowa atas banyaknya bantuan yang diberikan kepada keluarganya. (Ist)

 

GOWA - SUARA PEMBARUAN - Menyebut nama Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, harapan para keluarga miskin ekstrem makin besar, mereka menganggap wanita pertama yang memimpin daerah basis Kerajaan Gowa itu dapat mengubah taraf kehidupannya.

Husniah sering bergerilya dari desa dan kelurahan menyapa langsung warga miskin, memberikan bantuan. Bahkan beberapa warga sangat berterima kasih karena rumahnya telah dibedah menjadi tempat hunian yang layak.

Pemerintah Kabupaten Gowa sebelumnya telah menyatakan komitmennya melalui program 100 hari kerja dan fokus pada masalah kemiskinan ekstrem. Dimana saat ini tercatat 371 Kepala Keluarga (KK) atau 1.108 jiwa yang teridentifikasi sebagai masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Gowa, seperti yang dilansir Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Sujjadan beberapa waktu lalu, sekitar 1.108 jiwa atau 0,14 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Gowa masuk kategori Keluarga Miskin Ekstrem (KME) per tahun 2023.

Harapan keluarga miskin memacu semangat kerja Bupati Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin. Pasalnya, persoalan kemiskinan masuk dalam agenda kerja 100 Hari bertajuk “Gowa Bersama". Tak heran jika Husniah Talenrang sering turun langsung mengunjungi masyarakatnya yang terdata sebagai KME sekaligus menyerahkan bantuan peralatan produktif di berbagai lokasi.

Diantaranya yang dikunjungi, Sabtu (10/5) di Kelurahan Sungguminasa, Kelurahan Tombolo Kecamatan Somba Opu, dan Desa Julubori, Desa Julukanaya Kecamatan Pallangga. Dalam kunjungan tersebut Bupati Gowa didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis dan beberapa Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.

“Pemerintah akan terus hadir mengawal proses pendampingan agar warga yang menerima manfaat bisa lepas dari kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan,” ujar Bupati Gowa.

Bedah Rumah

Husniah menyebut, Pemkab Gowa menyediakan bantuan bedah rumah kepada KME yang masuk dalam persyaratan, bahkan dari beberapa rumah prosesnya sudah berjalan dan diperkirakan mampu rampung dalam waktu dekat ini.

“Alhamdulillah semua rumah yang kita kunjungi hari ini mendapat bantuan bedah rumah, karena dilakukan secara bertahap maka yang selesai administrasinya akan didahulukan seperti Rumah Daeng Ngintang dan Rahim Daeng Liwang yang proses pembangunannya sudah terlihat bahkan diperkirakan selesai satu-dua minggu kedepan,” jelasnya.

Husni mengatakan seluruh bantuan yang diberikan mulai dari bedah rumah, bantuan usaha, peralatan, bibit cabai hingga peternakan, perikanan dan lainnya merupakan bentuk intervensi yang dilakukan pemerintah agar KME bisa mandiri dan segera keluar dari kategori miskin ekstrem.

“Kami selalu mengingatkan kepada KME agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menambah penghasilan keluarga. Kami juga meminta pemeritah setempat bisa mengawasi dan memberikan edukasi ke masyarakatnya agar bisa bersama-sama lebih mandiri,” tambahnya.

Seorang yang masuk kategori KME, yakni Daeng Ngintang, wanita paruh baya itu mengaku terharu dan berterimakasih kepada Pemkab Gowa atas banyaknya bantuan yang diberikan kepada keluarganya.

“Alhamdulillah terharu dan bahagia. Terimakasih kepada Pemkab Gowa dan jajaran atas bantuan bedah rumah yang diberikan,” ungkapnya. (SP.news)

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X