hiburan

Geliat Seni Papua Mengglobal: Festival "Impact Papua" Hadirkan Dokumenter Maestro Agus Ohee dan Pameran Budaya di Jayapura

Jumat, 24 April 2026 | 18:14 WIB

Jayapura,SUARAPEMBARUAN.COM – Dunia seni dan budaya Papua akan kembali menunjukkan taringnya melalui perhelatan akbar bertajuk “Impact Papua: Film, Art & Culture Celebration”. Acara yang dirancang untuk merayakan kreativitas lokal ini dijadwalkan berlangsung pada akhir April hingga awal Mei 2026 di Kota dan Kabupaten Jayapura.

Festival ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Kebudayaan RI, Dana Indonesiana, LPDP, serta komunitas kreatif lokal  Imaji Papua. Dengan mengusung tema “Merayakan Kreativitas & Budaya Papua”, acara ini bertujuan memperkuat ekosistem seni daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Tanah Papua ke panggung yang lebih luas.

Sang Maestro

Salah satu agenda utama yang paling dinanti adalah peluncuran (launching) film dokumenter berjudul “Agus Ohee: Sang Maestro Seni dari Tanah Tabi”. Film ini mengupas kehidupan dan karya Agus Ohee, seorang seniman legendaris asal Tabi yang telah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni lukis dan patung tradisional Papua.

Kehadiran film yang diproduksi dengan dukungan LPDP Dana Indonesia dan Kementerian Kebudayaan RI ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk tidak melupakan akar budaya mereka di tengah arus modernisasi.

“Ini bukan sekadar nonton film, tapi sebuah upaya merekam sejarah dan menghormati para pendahulu yang telah berjuang lewat kuas dan pahatan,” ujar Yulika Anastasia Direktur Imaji Papua.

Selain pemutaran film, festival ini menawarkan beragam aktivitas menarik yang terbuka untuk umum, meliputi: Screening Film dan sesi Meet the Filmmaker, Talkshow inspiratif seputar industri kreatif dan pelestarian budaya. Pameran fotografi dan ilustrasi karya seniman muda Papua.

Penampilan musik akustik bernuansa lokal.
Kampanye gerakan “Visit The Museum” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya museum sebagai pusat pembelajaran.

Diungkapkan, lokasi dan waktu pelaksanaanacara ini akan dilaksanakan dalam dua gelombang di lokasi berbeda untuk menjangkau audiens yang lebih luas:

Gelombang lertama digelar pada Rabu-Kamis, 29-30 April 2026, bertempat di Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih (Uncen), Abepura, Kota Jayapura. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIT hingga selesai.

Gelombang Kedua diilanjutkan pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Base Camp Cemara, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, dengan waktu pelaksanaan yang sama.

Panitia menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara dibuka gratis untuk masyarakat umum, pelajar, dan mahasiswa. “Kami mengundang seluruh elemen masyarakat Jayapura untuk hadir. Ini adalah ruang kita bersama untuk belajar, berdiskusi, dan bangga menjadi bagian dari kebudayaan Papua,”ujar Yulika Anastasia yang merupakan sutradara Hutan Perempuan yang merupakan nominasi Film Dokumenter FFI 2019.

Kata dia, dengan adanya festival ini, diharapkan Jayapura semakin kokoh posisinya sebagai hubungan kreativitas di Indonesia Timur, tempat di mana tradisi dan inovasi bertemu dalam harmoni yang memukau.*

Tags

Terkini

24 Degrees dan Bara Rock yang Kembali Menyala

Jumat, 13 Februari 2026 | 17:10 WIB