Lebaran 2026 menjadi momen penuh haru bagi keluarga Vidi Aldiano. Kepergian sang musisi membuat tradisi kreatif keluarga ikut terhenti.
Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Suasana Lebaran 2026 terasa berbeda bagi keluarga Vidi Aldiano setelah kepergiannya pada 7 Maret 2026 lalu. Kehilangan sosok yang dikenal kreatif itu meninggalkan ruang kosong, terutama dalam tradisi keluarga yang selama ini selalu dinanti.
Sang ayah, Harry Kiss, mengungkapkan bahwa salah satu kebiasaan unik yang kini tak lagi dilakukan adalah sesi foto keluarga bertema setiap Lebaran.
Menurutnya, ide-ide kreatif tersebut selalu datang dari Vidi. Setiap tahun, konsep foto keluarga selalu berbeda dan tak biasa—mulai dari tema musisi, koki, barista, nelayan, hingga karakter fiksi seperti Power Ranger, Avengers, bahkan Batman dan Robin.
“Sekarang tukang idenya sudah nggak ada. Jadi ya, nggak ada ide,” ujar Harry saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Sabtu, 21 Maret 2026.
Ia menambahkan, biasanya Vidi baru membocorkan konsep foto menjelang Lebaran, membuat seluruh keluarga menanti kejutan setiap tahunnya. Namun untuk tahun ini, tradisi tersebut dipastikan absen.
“Perubahannya besar. Kalau nggak ada Vidi, nggak ada yang kreatif,” katanya.
Selain tradisi foto, Harry juga mengenang kebiasaan putranya bersama sang istri, Sheila Dara, saat Lebaran. Keduanya rutin berkunjung ke rumah keluarga di kawasan Bintaro untuk berkumpul dan menikmati hidangan bersama.
Menu Lebaran di keluarga ini pun tak kalah unik. Selain hidangan khas seperti opor ayam—yang disebut Harry sebagai masakan terbaik dari ibunda Sheila—ada pula sajian lain seperti sop buntut dan bakso. Bahkan, Vidi dikenal memiliki selera berbeda dengan kegemarannya menyantap sushi di hari Lebaran.
Di tengah suasana duka, Harry juga membagikan momen kenangan melalui Instagram. Ia mengunggah video Vidi saat mengumandangkan takbir, diiringi petikan gitar sang adik, Vadi.
“Vidi, suaramu masih menggema, sampai akhir masa,” tulisnya.
Lebaran tahun ini pun menjadi pengingat bahwa kehangatan keluarga tak hanya hadir dari tradisi, tetapi juga dari kenangan yang terus hidup meski orang tercinta telah tiada.*