Semarang, suarapembaruan.news - PT Agincourt Resources (PTAR) berhasil merebut 7 penghargaan Eco-tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2024.
Perusahaan pertambangan dibawah bendera Astra Group tersebut, memperoleh tujuh penghargaan, terdiri dari 2 Gold, 3 Silver, dan 2 Bronze, dalam ajang yang digelar Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, di Ballroom Hotel Tentrem Semarang, Sabtu (31/8).
Baca Juga: Dinas TPHP Bengkulu Distribusikan 27.000 Ton Pupuk Subsidi Urea dan NPK
Penghargaan tersebut diterima oleh Senior Manager Environment, Health & Safety PT Agincourt Resources, Hari Ananto, dan Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah.
"Sejak tahun 2012 kami menjalankan produksi penuh untuk menghasilkan emas dan perak, dengan keterlibatan lebih dari 3.000 karyawan dan kontraktor yang mayoritas berasal dari desa setempat. Dari awal beroperasi, kami berkomitmen untuk menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi publik dan masyarakat sekitar tambang," ungkap Hari Ananto usai menerima penghargaan.
Baca Juga: Pemprov Bengkulu Gelar Bimtek Tingkatkan Kapasitas Keprotokolan
Dijelaskan, PTAR mengelola dan mengoperasikan Tambang Emas Martabe yang berlokasi di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Wilayah tambang mencakup area 30 km² yang berada dalam Kontrak Karya (KK) generasi keenam dengan total luas wilayah 1.303 km².
Strategi Perusahaan, kata dia, adalah untuk memastikan keberlanjutan adalah dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan sebagai inti dari seluruh kegiatan operasional Perusahaan.
Baca Juga: Warga Berharap Program BPJS Gratis Pemprov Bengkulu Terus Berlanjut
Untuk mempertegas komitmen Perusahaan terhadap keberlanjutan, pihaknya telah menargetkan sejumlah fokus keberlanjutan yang tertuang pada Public Contribution Strategy Perusahaan, yakni menjalankan sistem manajemen lingkungan berstandar internasional. Selain itu, pengelolaan keanekaragaman hayati