ekonomi

Potensi Zakat di Jateng Capai Rp3,1 Triliun, Berperan Penting Dukung Program Pemerintah

Rabu, 17 April 2024 | 06:09 WIB

Semarang, suarapembaruan.news   - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Daroji mengatakan,  potensi zakat di wilayahnya bisa mencapai Rp3,1 triliun per tahun. 

Baca Juga: Banjir di Kabupaten Lebong Rendam Ribuan Rumah Warga


Potensi itu baik yang berasal dari aparatul sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng maupun 35 pemerintah kabupaten/kota. 


"Kita optimis kalau Pj Gubernur terus mendorong. Kami juga akan lakukan ekstensifikasi. Instansi yang belum ada Unit pengumpul zakat (UPZ) akan disurati agar membentuk UPZ,” kata Ahmad Daroji, saat menghadiri Silaturahim dan Halalbihalal bersama pimpinan Baznas RI dan kabupaten/kota di Semarang, Selasa (16/4).

Baca Juga: Kepala OPD Diminta Cek Absen ASN Hari Pertama Masuk Kerja Usai Idulfitri 1445 Hijriyah


Menurut Daroji, daerah yang mampu mengumpulkan zakat dengan jumlah yang besar, pembangunan daerahnya bagus. “Baznas  bisa menjadi tumpuan buat pemerintah daerah," ujarnya.


Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, perolehan zakat, infak, sodaqoh di masing-masing kabupaten/kota agar ditingkatan secara optimal. 

Baca Juga: Pemerintah Pusat Jamin Pembangunan Jalan Tol Bengkulu-Lubuklinggau Dilanjutkan


Sebab, dana yang terkumpul di Baznas Jateng  selama ini sangat berperan penting dalam upaya penanganan kemiskinan, stunting, hingga peningkatan keterampilan tenaga kerja.


"Kalau Baznas Provinsi sudah baik, maka  perlu terus ada peningkatan, nanti kabupaten/kota yang masih belum menunjukkan kesadaran dalam rangka peningkatan, akan kami kasih tahu, tegur, dan dorong,” imbuh Nana.

Baca Juga: Kadis Sosial Tana Toraja Apresiasi Kepedulian Pertamina Terhadap Korban Longsor


Menurut Nana, kinerja Baznas Jateng selama ini sudah baik dari segi kualitas dan kuantitas. Perolehan zakat terus meningkat dari tahun ke tahun. 


Dana yang terkumpul juga dimanfaatkan untuk mengintervensi delapan program pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Seperti bantuan RTLH, jaringan listrik, sumber air, jamban, stunting, anak tidak sekolah, disabilitas, dan angka tidak bekerja.


Di samping kegiatan tersebut, Baznas Jateng juga berperan dalam penanganan bencana, bantuan modal usaha produktif, pelatihan kerja, dan sebagainya. 

Halaman:

Tags

Terkini