ekonomi

Tahun 2023, Ekspor Batubara Bengkulu Capai 3,9 Juta Ton

Minggu, 17 Maret 2024 | 17:56 WIB
Jutaan ton setiap tahun batubara Bengkulu di kapalkan dari pelabuhan ini tujuan ekspor ke sejumlah negara di Asia dan Eropa.(Foto/RRI)

Bengkulu,suarapembaruan.nesw- Selama tahun 2023 lalu, volume ekspor batubara Bengkulu tujuan ke beberapa negara di Asia dan Eropa, dan sebagian dalam negeri tercatat sebanyak 3,9 juta ton.

"Batubara tujuan ekspor sebanyak ini dikapalkan melalui Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu," kata General Manager Pelindo Regional II Bengkulu, S. Joko, saat menyampaikan pemaparan bersama Tim Penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2024.

Ia mengatakan, Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi di Tanah Air dimana kandungan perut buminya terdapat cadangan batubara sekitar sebanyak 133 juta ton.

Batubara sebanyak ini tidak akan habis selama 20 tahun kedepan jika rata-rata di ekspor 5 juta ton setiap tahun, seperti ekspor batubara daerah ini melalui pelabuhan Pulau Baau tahun 2023 lalu tercatat sebanyak 3,9 juta ton.

Ekspor batubara Bengkulu sebanyak 3.9 juta ton diangkut melalui kapal vessel kapasitas 30.000-50.000 ton dan muatan kapal tongkang sekitar 6.000-9.000 ton.

Joko menambahkan, cadangan batubara yang dimiliki Provinsi Bengkulu sebanyak 133 juta ton tersebut, menempatkan provinsi ini berada urutan 9 sebagai penghasil batubara di Tanah Air.Sedangkan 8 provinsi lainnya, di antaranya Provinsi Jambi, Sumsel, Kalsel, Kaltim dan provinsi lainnya.

Dari pantuan suarapembaruan.news dilapangan meski ekspor batubara Bengkulu setiap tahunya terus meningkat, tapi dampak ekonomi dari penambangan batubara tersebut tidak begitu dirasakan masyarakat Bengkulu.

Bahkan, yang muncul dampaknya negatif dari usaha penambangan batubara di beberapa daerah di Provinsi Bengkulu. Salah satu dampak negatif dari ekploitasi batubara itu, lingkungan di sekitar tambang rusak.

Hal ini terjadi karena lahan bekas galian batubara yang dilakukan pihak perusahaan batubara diduga tidak reklamasi atau penghijuan kemnbali sebagaimana mestinya.

Kondisi ini dapat dilihat di beberapa lokasi penambangan batubara baik yang aktif maupun tidak aktif lagi. Lombang besar dibiarkan mengagga dan jika hujan lebat lombang tersebut digenangi air bagaikan waduk.

Dampak lainnya jalan-jalan provinsi dan nasional yang dilalui truk angkutan batubara di daerah ini mengalami kerusakan berat, sehingga menganggu kelancaran arus lalu lintas di jalan provinsi dan nasional di Bengkulu.

Saat ini, setiap hari ratusan truk angkutan batubara lalu lalang di jalan nasional ruas Bengkulu-Lubuklinggau,Sumsel membawa batu bara dari luar Bengkulu ke Bengkulu untuk memasok PLTU Pulau Baai, Kota Bengkulu.

Kondisi hilir mudik truk angkutan batubara ini membuat masyarakat pengguna jalan, terutama jalan provinsi dan jalan nasional merasa tidak nyaman karena perjalanan mereka sering terganggu oleh hili mudik truk angkutan batubara di jalur tersebut.(*)

 

Halaman:

Tags

Terkini