ekonomi

Cegah Inflasi, TPID Kota Bengkulu Dirikan Warung Sembako Murah

Sabtu, 16 Maret 2024 | 14:45 WIB
TPID Kota Bengkulu dirikan toko sembako murah di Pasar Minggu guna menekan inflasi selama Ramadan 1445 Hijriyah.(Foto/MC Pemkot Bengkulu)

Bengkulu,suarapembaruan.news- Untuk mengendalikan inflasi selama bulan Ramadan 1445 Hijriyah, Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Kota Bengkulu mendiri warung sembako diberi nama "Ado Galo" berlokasi di pasar tradisional Baru Koto atau dikenal Pasar Minggu.

Kabag Ekonomi, Pemkot Bengkulu, Didi Hartono, di Bengkulu, Sabtu (16/3/2024) mengatakan, toko atau warung diberi nama "Ado Galo" ini didirikan atas kerja sama TPID Kota Bengkulu, Bank Indonesia, Bulog dan Baznas setempat.

Toko pangan ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan masyarakat Kota Bengkulu dengan harga murah, dan sekaligus sebagai upaya pemerintah mengendalikan tingkat inflasi di Kota Bengkulu, selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriyah mendatang.

Selain itu, dibukanya toko pangan ini tidak hanya sebagai solusi terhadap pengendalian inflasi saja, tapi juga dimaksudkan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kota Bengkulu. Sebab, di toko ini juga dilakukan sejumlah kegiatan, di antaranya
literasi keuangan, layanan kesehatan dan program sosial.

Didi menambahkan, kehadiran toko pangan Ado Galo disambut gembira warga Kota Bengkulu, karena di toko ini mereka dapat membeli berbagai jenis sembako dengan harga terjangkau, termasuk beras dan kebutuhan lainya.

"Kami berharap dengan dibukanya toko pangan Ado Galo ini dapat membantu masyarakat kalangan ekonomi menengah kebawah dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan keluarganya selama bulan Ramadan 1445 Hijriyah ini," ujar Didi.

Toko sembako Ado Galo ini, dibuka tidah hanya sebatas bulan Ramadan sampai Idulfiri 1445 Hijriyah saja, tapi toko ini akan berlanjut sebagai upaya Pemkot Bengkulu mengendalikan tingkat inflasi di daerah ini.

"Jadi, toko pangan Ado Galo ini kita buka tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan sembako warga Kota Bengkulu selama Ramadan hingga Idulfitri saja, tapi akan tetap dibuka guna mengendalikan inflasi di Kota Bengkulu kedepan," tambah Didi.

Sementara itu, pantau suarapembaruan.news dilapangan, Sabtu (16/3/2024), selama hampir sepekan bulan Ramadan harga beberapa jenis sembako di Kota Bengkulu relatif stabil kecuali beras masih terus bergerak naik.

Selain itu, stok barang sembako di tangan para pedagang setempat cukup banyak dan dijamin hingga menjelang Idulfitri tidak akan mengalami kekurangan. Hal ini terjadi karena pasokan sembako dari distributor kepada pedagang pengecer berjalan lancar.

Karena itu, Disperindag Bengkulu mengimbau masyarakat tidak perlu membeli sembako secara berlebihan, karena hal ini dapat memicu kenaikan harga bahan pangan di Bengkulu.

"Jadi, kita sarankan masyarakat Bengkulu membeli sembako secukupnya dan sesuai kebutuhan jangan membeli berlihan karena dapat memicu kenaikan harga bahan pangan di daerah ini. Stok sembako banyak di Bengkulu, jadi warga tidak perlu khawatir," kata Kepala Disperindag Bengkulu, Foritha.

Hal senada diungkapkan Markoni (47), pedangan sembako di Pasar Panorama, Kota Bengkulu. Ia mengatakan, stok bahan sembako dipedagang saat ini cukup banyak, dan tidak perlu dihawatirkan akan berkurang karena pasokan sembako dari distributir ke pedagang pengecer sejauh ini berjalan lancar.

"Masyarakat tidak perlu khawatir soal stok sembako di Bengkulu, karena pasokan dari distributir besar ke pedagang pengecer sampai saat ini berjalan lancar dan terkendali. Sekarang stok sembako di pedagang melimpah, termasuk beras," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini