ekonomi-bisnis

BRI Perkuat Misi Rumah Rakyat, Ribuan Debitur Nikmati Pembiayaan FLPP

Senin, 3 Agustus 2026 | 16:32 WIB
BRI mempercepat pembiayaan Program 3 Juta Rumah lewat FLPP, KPP, dan KUR Perumahan guna memperluas akses hunian layak masyarakat.

Batang, SUARA PEMBARUAN – Komitmen mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan sektor perbankan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadi salah satu motor penggerak dengan memperluas pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendukung pelaku usaha di sektor properti.

Dukungan tersebut ditunjukkan dalam kegiatan Akad Massal Debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP) yang digelar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (30/7).

Presiden Prabowo Subianto yang menghadiri kegiatan itu menilai pembangunan sektor perumahan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan pengembang. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk menjawab tingginya kebutuhan rumah sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.

"Kita ingin semangat Indonesia Incorporated benar-benar berjalan, di mana seluruh pihak saling mendukung agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," ujar Presiden.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan perseroan terus mengambil peran strategis dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah melalui berbagai skema pembiayaan yang menjangkau sisi permintaan maupun pasokan perumahan.

Menurut Hery, dukungan BRI tidak berhenti pada pembiayaan pembelian rumah bagi masyarakat. Perseroan juga memperkuat kapasitas para pengembang melalui Kredit Program Perumahan (KPP) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan agar pembangunan hunian dapat berlangsung lebih cepat dan berkualitas.

"Sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian karena menggerakkan industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi hingga menciptakan lapangan kerja. Karena itu BRI akan terus memperluas pembiayaan yang inklusif untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional," kata Hery.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan realisasi penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP pada 2025 mencatat rekor tertinggi sejak program tersebut diluncurkan pada 2010.

Ia menyebut sebanyak 278 ribu unit rumah subsidi berhasil disalurkan sepanjang 2025, melampaui capaian 228 ribu unit pada 2023. Pencapaian tersebut dinilai menjadi tonggak baru dalam upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.

Dalam akad massal tersebut, sebanyak 6.059 nasabah BRI mengikuti penandatanganan kredit sebagai bagian dari sekitar 62 ribu peserta akad FLPP yang berlangsung serentak secara nasional.

Pada saat yang sama, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan kepada pengembang sebesar Rp308 miliar untuk 227 debitur serta pembiayaan kepada pembeli rumah sebesar Rp572 miliar bagi 6.873 debitur.

Kinerja pembiayaan sektor perumahan BRI juga menunjukkan tren positif. Sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, perseroan telah menggelontorkan KPP senilai Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga 28 Juli 2026, penyaluran KPP telah mencapai Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima atau sekitar 91,18 persen dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp12 triliun.

Di sisi lain, komitmen BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan juga tercermin melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak 2015 hingga Juni 2026, total KUR yang telah disalurkan mencapai Rp1.539 triliun kepada sekitar 45,4 juta pelaku usaha.

Halaman:

Tags

Terkini

Harga Pertamax Turun per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Satgas PASTI Hentikan Kegiatan SNAPBOOST

Selasa, 28 Juli 2026 | 17:46 WIB