ekonomi-bisnis

Viral Pedagang Pizza Keluhkan Didatangi Petugas Pajak, Mengaku UMKM Beromzet Rp3 Juta Diminta Bayar Pajak 10 Persen

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:01 WIB
Menyoroti viralnya curhatan penjual pizza di Kalimantan Timur yang mengeluhkan wajib pajak 10 persen bagi UMKM dengan omzet Rp3 juta per bulan. (Facebook.com/UmmaAdnan)

 



Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – Keluhan seorang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur viral di media sosial setelah mengaku didatangi petugas pajak yang melakukan pendataan usaha. Dalam unggahannya, pemilik usaha Pizza Umma Adnan menyebut usahanya yang beromzet sekitar Rp3 juta per bulan diinformasikan wajib membayar pajak sebesar 10 persen.

Curahan hati tersebut diunggah melalui akun Facebook pribadi milik Umma Adnan dan kemudian ramai diperbincangkan warganet pada Selasa (21/7/2026).

Dalam unggahannya, Umma mengaku terkejut setelah menerima penjelasan dari petugas yang datang bersama satu kendaraan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Terkejutlah aku, kok banyak sekali, 10 persen?" tulis Umma dalam unggahannya.

Menurut Umma, besaran pungutan tersebut dinilai cukup memberatkan bagi pelaku usaha kecil yang baru merintis usaha.

Ia juga mengaku mendapat saran untuk menaikkan harga jual produknya agar keuntungan tidak berkurang akibat kewajiban pajak tersebut.

"Dikasih solusi suruh naikkan harga, katanya kalau dinaikkan harga jadi keuntungan ibu tidak berkurang," tulisnya.

Namun, menurutnya, solusi tersebut belum tentu efektif karena kenaikan harga berpotensi menurunkan jumlah pembeli.

"Tidak berkurang gimana? Kalau harga naik, bisa jadi penjualan yang berkurang. Salah yang salah atau gimana ini," lanjutnya.

Dalam unggahan yang sama, Umma juga menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang menurutnya menyasar pelaku UMKM dengan omzet kecil.

Ia bahkan melontarkan sindiran agar pemerintah lebih memilih membuka usaha sendiri untuk meningkatkan pendapatan daerah daripada berkeliling melakukan penagihan pajak.

"Kenapa ya mereka tidak bikin usaha sendiri supaya punya pendapatan daerah, jual pentol, es dawet kah kalian itu," tulisnya.

Umma mengaku memulai usahanya hanya dengan modal sekitar Rp1 juta dan berusaha mengembangkan bisnisnya secara mandiri.

Halaman:

Tags

Terkini