ekonomi-bisnis

PGN Edukasi Jargas Bikin Masyarakat Jombang Makin Aman dan Hemat Energi

Rabu, 29 April 2026 | 16:37 WIB
PGN saat sosialisasi dan edukasi di Balai Kelurahan Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang (PGN)


Jombang, SUARA PEMBARUAN - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kembali menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan penggunaan gas bumi bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Balai Kelurahan Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman warga terkait mitigasi risiko sekaligus optimalisasi pemanfaatan jaringan gas rumah tangga (jargas).

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dengan mendorong penggunaan energi gas bumi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Area Head PGN Sidoarjo, Heri Frastiono, menjelaskan bahwa kegiatan ini penting mengingat jumlah pelanggan di Jombang terus meningkat dan telah menikmati layanan gas yang mengalir selama 24 jam tanpa henti. Menurutnya, gas bumi memiliki sejumlah keunggulan seperti praktis, hemat biaya, efisien, serta lebih bersahabat bagi lingkungan.

Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam layanan PGN. Oleh karena itu, masyarakat diberikan pemahaman tentang langkah penanganan awal jika terjadi indikasi kebocoran, seperti menutup kran utama dan memastikan sirkulasi udara tetap terbuka.

PGN juga memastikan kesiapan tim teknis di lapangan yang dilengkapi teknologi modern untuk merespons laporan masyarakat. Warga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 jika terjadi kendala, dengan dukungan alat deteksi gas Laser Mini Methane (LMM) yang mampu mengidentifikasi kebocoran secara cepat dan akurat.

Heri memaparkan bahwa saat ini pelanggan PGN di Jombang mencapai sekitar 4.859 pengguna, yang didominasi oleh rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Ia menilai penggunaan gas bumi memberikan keuntungan lebih, terutama bagi sektor usaha seperti restoran dan kafe, karena sistem pembayarannya berbasis pemakaian meteran yang transparan.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Pesantren, Achmad Wahyudi, menyampaikan apresiasinya atas sosialisasi yang dinilai efektif dalam meningkatkan rasa aman warga sekaligus memperkenalkan gas bumi sebagai solusi energi yang nyaman dan aman.

Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya Nunuk Ainur Rohmah. Ia mengaku kini lebih memahami cara penanganan jika terjadi kebocoran gas, sehingga merasa lebih tenang dalam penggunaan sehari-hari.

Selain edukasi keselamatan, PGN juga memperkenalkan aplikasi PGN Mobile yang memungkinkan pelanggan melakukan pencatatan meter secara mandiri dan digital. Inovasi ini diharapkan memberi kemudahan sekaligus kontrol lebih bagi masyarakat terhadap konsumsi energi mereka.

Lebih jauh, PGN mendorong pemanfaatan gas bumi tidak hanya untuk memasak, tetapi juga untuk kebutuhan lain seperti pemanas air hingga pendingin. Diversifikasi penggunaan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung produktivitas pelaku UMKM.

Ke depan, PGN berkomitmen untuk terus memperluas sosialisasi secara bertahap ke berbagai daerah. Strategi penyebaran informasi dari mulut ke mulut dinilai efektif dalam menarik minat masyarakat untuk beralih dari LPG ke gas bumi. Dengan dukungan edukasi langsung dan pemanfaatan media digital, PGN optimistis kemandirian energi lokal dapat segera terwujud melalui penggunaan energi domestik yang lebih bersih dan berkelanjutan.*

Tags

Terkini