Bengkulu, SUARA PEMBARUAN- Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menilai harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bengkulu masih tertinggal dibandingkan dengan provinsi lain. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat penetapan harga TBS, di Kantor Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Kamis (16/4/2026).
“Kita kebanyakan masih di harga Rp 3.100/kg, sementara studi tiru kita di Riau harga TBS sudah dikisaran Rp3.800/kg,” kata Wagub Mian didampingi Asisten II Pemprov Bengkulu, RA Deni dan Kepala Dinas TPHP Bengkulu.
Menurutnya, perbedaan harga TBS di Bengkulu dengan provinsi lain masih terlalu timpang sehingga berpotensi merugikan para petani. Karena itu, Mian berharap harga TBS yang telah ditetapkan dapat dipatuhi oleh seluruh pihak demi meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, ia juga mendorong agar penetapan harga TBS dilakukan secara rutin setiap bulan. "Atas nama Bapak Gubernur, saya meminta agar penetapan harga TBS dilakukan paling lambat satu bulan sekali,” ujarnya.
Berdasarkan hasil rapat yang digelar di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, harga TBS periode II April disepakati sebesar Rp3.463/kg.