Menurutnya, dalam skenario terburuk, harga minyak dunia dapat mencapai 132 dolar Amerika Serikat per barel apabila konflik Iran–Israel berkembang menjadi perang terbuka dan mengganggu produksi minyak Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Pada skenario perang proksi, harga minyak diperkirakan mencapai 99,7 dolar Amerika Serikat per barel, sedangkan konflik terbatas diproyeksikan mendorong harga minyak ke level 84 dolar Amerika Serikat per barel.
Meski demikian, sejumlah sektor dinilai tetap prospektif, seperti telekomunikasi, kesehatan, manufaktur hilir, makanan dan minuman, utilitas, serta sektor pemerintahan, yang diperkirakan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah di tengah ketidakpastian global.