ekonomi-bisnis

Properti dan Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 2026, BSI Dorong Pembiayaan Syariah Inklusif

Rabu, 12 November 2025 | 20:23 WIB


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Pemerintah, pelaku industri, dan lembaga keuangan menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat sektor investasi dan properti sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan dalam Forum Inabanks Investment & Property Outlook 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (12/11). Forum ini menghadirkan perspektif pemerintah, perbankan, dan sektor swasta mengenai arah perekonomian Indonesia menjelang 2026.

Investasi sebagai Motor Pertumbuhan
Ricky Kusmayadi, Staf Ahli Kementerian Investasi/BKPM, mewakili Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu, menegaskan target pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada 2029, dengan investasi sebagai engine of growth menuju visi Indonesia Emas 2045. Hingga kuartal III 2025, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.434,3 triliun, terdiri dari PMDN Rp789,7 triliun dan PMA Rp644,6 triliun, dengan sektor industri logam dasar, transportasi & telekomunikasi, serta perumahan & kawasan industri sebagai kontributor terbesar.

Menurut Ricky, sektor properti dan konstruksi memiliki multiplier effect tinggi, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan rantai pasok, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah memperkuat iklim investasi melalui reformasi regulasi dan digitalisasi perizinan, termasuk Omnibus Law (UU No.6/2023) dan PP No.28/2025. Sistem Online Single Submission (OSS) kini menggunakan prinsip fiktif positif dan Service Level Agreement (SLA) untuk kepastian waktu proses.

Investasi hilirisasi sumber daya alam juga menjadi fokus, dengan nilai Rp431,4 triliun sepanjang 2025, naik 58,1 persen dari tahun sebelumnya, menyumbang 30 persen dari total investasi. Program ini diproyeksikan menciptakan hingga 3 juta lapangan kerja baru dalam lima tahun ke depan.

Perumahan Layak dan Inklusif
Dari sisi perumahan, Buhari Sirait (Kementerian PKP) menegaskan target pembangunan dan renovasi 3 juta rumah hingga 2029, untuk mengurangi backlog yang mencapai 9,9 juta rumah tangga, termasuk 26,9 juta rumah tangga tinggal di hunian tidak layak. Pemerintah mempermudah perizinan rumah MBR maksimal 10 hari kerja, memperkuat pembiayaan FLPP Rp25,1 triliun dan KUR Perumahan Rp130 triliun, serta memperluas skema rent-to-own untuk pekerja informal.

Perbankan Syariah dan Ekosistem Properti
BSI menegaskan perannya mendukung sektor properti melalui pembiayaan syariah inklusif dan berkelanjutan. Praka Mulia Agung, SVP BSI, menyebut pertumbuhan KPR nasional 7,66% YoY hingga Juni 2025, sementara BSI Griya mencatat 8,51% YoY dengan rasio NPF hanya 2,10%. Produk unggulan seperti BSI Griya Sejahtera FLPP, BSI Griya Simuda, dan BSI Griya Takeover & Refinancing memperkuat akses kepemilikan rumah. BSI juga mengembangkan ekosistem syariah nasional melalui pendidikan, umrah/haji, serta program sosial & organisasi Islam.

Properti sebagai Pilar Ekonomi Baru
Adri Istambul Lingga Gayo Sinulingga (REI) menekankan paradigma “Propertinomic”, di mana sektor properti menyumbang 16 persen PDB nasional, senilai Rp2.300–2.800 triliun, serta menciptakan 19 juta lapangan kerja di lebih dari 185 sektor turunan. Kombinasi insentif PPN DTP, program 3 juta rumah, dan digitalisasi OSS diprediksi mempercepat ekspansi sektor properti 2026.

Di sektor industri, Masagus Meidino (PT Midea Electronics Indonesia) mengumumkan pembangunan pabrik energi pintar 4 GWh di Batam, fasilitas pertama di luar Tiongkok, untuk memperkuat rantai pasok energi hijau dan mendorong transformasi industri digital di Indonesia.

Prediksi Pasar Properti 2026
Pengamat CBRE Indonesia, Anton Sitorus, memperkirakan pemulihan moderat sektor properti, dengan pertumbuhan logistik dan industri sebagai penopang utama. Proyeksi suku bunga KPR 4,5–5,5 persen dan pertumbuhan ekonomi 5 persen diyakini memperkuat keyakinan investor jangka menengah. Tren properti ke depan mencakup gedung hijau, kawasan TOD, dan adopsi PropTech berbasis AI, menjadikan pengembang yang adaptif dominan di pasar masa depan.

Tags

Terkini