ekonomi-bisnis

Irwan Hidayat: Motivasi Karyawan Harus Lahir dari Cinta dan Ketulusan

Senin, 10 November 2025 | 15:09 WIB
Kick-off Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N) di Agrowisata Sido Muncul, Bergas Kabupaten Semarang, Senin (10/11).

“Manusia dikaruniai intelejensia dan akal budi. Maka berbuatlah seperti apa yang kau ingin diperlakukan,” pungkasnya.

 

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah, Ikhwanuddin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Ia menyebut bahwa pelaksanaan P3N menjadi inspirasi bagi masyarakat Jawa Tengah, untuk terus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja.

“Kami di Jawa Tengah memiliki potensi luar biasa dengan 35 kabupaten/kota dan lebih dari 38 juta penduduk. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan komitmen kuat untuk mendukung program pemerintah pusat dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Maju,” ujarnya.


Ikhwanuddin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha, akademisi, dan masyarakat. “Tidak ada pihak yang bisa berjalan sendiri. Semua harus bersatu membangun konektivitas, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan kesejahteraan tenaga kerja terwujud nyata,” tambahnya.

Dorong Produktivitas Jadi Gerakan Nasional

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Yasierli, yang hadir secara virtual melalui zoom menegaskan bahwa peningkatan produktivitas harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh ekosistem ketenagakerjaan.

“Produktivitas adalah kunci daya saing industri. Peningkatan kualitas produk, efisiensi proses, dan penguatan kapasitas SDM menjadi langkah strategis agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain seperti Vietnam, India, dan Tiongkok,” tutur Yasierli.


Menaker juga menyoroti tantangan produktivitas tenaga kerja Indonesia yang masih berada sekitar 10% di bawah rata-rata negara ASEAN. Ia menyebut bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama untuk mengubah kondisi tersebut.

“Dari 153 juta angkatan kerja kita, lebih dari 50% masih lulusan SD dan SMP. Artinya, program peningkatan keterampilan dan sertifikasi harus terus diperluas, agar tenaga kerja kita relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” pungkasnya.*

 

 

 

Halaman:

Tags

Terkini