ekonomi-bisnis

Fenomena Gray Work: Banyaknya Aplikasi Justru Bikin Pekerjaan Tambahan, Industri Keuangan Paling Terdampak

Rabu, 3 September 2025 | 21:17 WIB
Ilustrasi fenomena gray work yang mengintai industri jasa keuangan hingga asuransi. (Freepik.com)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Di era digital, perusahaan global, termasuk sektor keuangan, semakin gencar memanfaatkan aplikasi kerja untuk meningkatkan efisiensi. Namun, riset terbaru mengungkap sisi lain dari tren ini: terlalu banyak aplikasi justru menimbulkan beban kerja tambahan yang disebut gray work.

Alih-alih mempercepat pekerjaan, sistem yang terpisah membuat karyawan harus membuka banyak aplikasi, menyalin data manual, atau mencari informasi yang tercecer. Kondisi ini menurunkan produktivitas karena waktu habis untuk hal-hal yang sebenarnya bisa dihindari.

Laporan Quickbase Gray Work Report 2025, yang melibatkan lebih dari 2.000 pekerja penuh waktu lintas jabatan, menemukan 80 persen perusahaan meningkatkan investasi aplikasi produktivitas. Namun, 59 persen karyawan justru merasa pekerjaan makin sulit.

Sebanyak 73 persen responden menilai aplikasi manajemen proyek membuat informasi tidak mudah dibagikan, sementara 75 persen mengaku data tidak bisa diakses secara menyeluruh dalam satu platform. Dampaknya, pekerjaan tertunda, hasil menurun, dan waktu terbuang.

Fenomena ini paling terasa di industri keuangan dan asuransi yang sangat bergantung pada data serta dokumen. Jika sistem tidak terintegrasi, pekerjaan manual meningkat tajam. “Industri keuangan paling rentan karena ketergantungannya pada data. Tanpa integrasi, karyawan terpaksa mengerjakan hal-hal tambahan yang seharusnya tidak perlu,” tulis laporan Entrepreneur.

Sebagai solusi, 72 persen responden memperkirakan perusahaan akan menambah anggaran untuk kecerdasan buatan (AI) tahun depan. AI diyakini bisa memangkas gray work. Namun, 89 persen pekerja juga menaruh kekhawatiran terkait keamanan data, kepatuhan regulasi, dan privasi dalam penggunaan teknologi tersebut.

Peneliti menekankan, tantangan utama bukan sekadar penggunaan alat canggih, melainkan bagaimana menyatukan data agar mudah diakses. Dengan integrasi yang baik, beban kerja tambahan bisa berkurang, sehingga karyawan dapat lebih fokus pada tugas yang memberi nilai nyata bagi perusahaan.

Tags

Terkini