ekonomi-bisnis

Pertamina Dorong Energi Ramah Lingkungan Lewat Pertamax Green 95 di Jateng-DIY

Kamis, 5 Juni 2025 | 10:50 WIB
Komut Pertamina Muhammad Iriawan (Iwan Bule) saat mengisi Pertamax Green 95 kepada sopir ojol di sela-sela peringatan Hari Lingkungan Hidup di Semarang pada Kamis (5/6/2025). (SP/Stefy Thenu)

Semarang, SUARA PEMBARUAN – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, memperluas jangkauan distribusi bahan bakar ramah lingkungan Pertamax Green 95 ke wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Baca Juga: Tol Seksi 1 Semarang–Demak Selesai 2027, Jadi Solusi Rob dan Banjir

Langkah ekspansi ini secara simbolis dilakukan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup di Semarang pada Kamis (5/6/2025).

Dalam kegiatan tersebut, selain memperkenalkan Pertamax Green 95, Pertamina juga menginisiasi program pengumpulan sampah botol plastik dan minyak jelantah sebagai bagian dari kampanye lingkungan.Baca Juga: Seskab Teddy Klarifikasi: Kapolri Masih Aktif dan Tidak Akan Diganti

Pejabat pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyebut bahwa wilayah Jawa Tengah memiliki potensi pasar yang baik untuk produk bahan bakar beremisi rendah tersebut.

“Pada perayaan Hari Lingkungan Hidup ini, kami meluncurkan Pertamax Green 95 di Jawa Tengah sekaligus program pengumpulan minyak jelantah dan botol plastik yang bisa ditukar dengan uang atau voucher MyPertamina,” jelasnya.Baca Juga: Barisan Relawan Jalan Perubahan dari 38 Provinsi Kongres di Taman Mini

Pertamax Green 95 adalah varian bahan bakar dengan kadar oktan 95 yang dihasilkan dari campuran Pertamax RON 92 dan 5% bioetanol (E5). Penggunaan bioetanol menjadikan produk ini lebih ramah lingkungan.

Produk ini pertama kali diperkenalkan di kawasan Jabodetabek pada September 2023. Hingga akhir 2024, distribusinya telah menjangkau 119 SPBU yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur.Baca Juga: Perkuat Pengawasan Program Pemprov Bengkulu, Gubernur Helmi Gandeng BPKP

Tahun ini, distribusi diperluas ke lima SPBU di Jawa Tengah dan tiga SPBU di Yogyakarta.

Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, bioetanol yang digunakan dalam Pertamax Green 95 berasal dari produksi dalam negeri dan dikirim dari Surabaya.Baca Juga: PNM Galang Aksi Kurban Digital: Dari Rasa Syukur Menuju Solidaritas Sosial

“Bioetanol meningkatkan angka oktan sekaligus menurunkan kadar sulfur, sehingga menghasilkan bahan bakar yang lebih bersih dan bertenaga. Kami juga telah melakukan pengujian emisi,” ungkapnya.

Pertamax Green 95 dijual seharga Rp12.800 per liter. Sepanjang Juni 2025, Pertamina Patra Niaga menghadirkan promo “Greenday Thursday” berupa potongan harga Rp300 per liter setiap hari Kamis.Baca Juga: Sidak DKP Bengkulu, Gubernur Helmi Tawarkan Lahan Tahura Untuk Lokasi Kegiatan Budidaya Tanaman

Pertamina, kata Heppy, memastikan bahwa Pertamax Green 95—juga dikenal sebagai 1SKrim 95—aman bagi kendaraan dengan teknologi terbaru dan efisien.

Ia mengungkapkan bahwa hasil uji emisi menunjukkan kandungan senyawa berbahaya berada jauh di bawah batas maksimum. “Kadar CO-nya sangat rendah. CO terdeteksi sebesar 0,24 dan CA bahkan 0,00, menandakan bahan bakar ini sangat bersih,” jelasnya.Baca Juga: Gubernur Jatim: Tata Kelola Masjidil Haram Musim Haji Tahun Ini Sangat Bagus

Hasil pengujian dengan alat kartel LED juga mencatat angka hanya 7 ppm—jauh di bawah batas maksimal 100 ppm. “Untuk 1SKrim, bahkan menunjukkan angka nol,” tambah Heppy.

Halaman:

Tags

Terkini