Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Yogyakarta International Airport (YIA) kembali mencatatkan prestasi sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia selama masa libur Lebaran 2025. Dengan arus mudik dan balik yang begitu padat, YIA telah melayani hingga ratusan ribu penumpang yang memanfaatkan transportasi udara untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga tercinta.Baca Juga: Wagub Mian Geram, Anggaran Makan Siswa SMKN 12 Bengkulu Tak Masuk Akal
Sebagai salah satu bandara terbesar dan termegah di Indonesia, YIA tak hanya menjadi pusat aktivitas transportasi udara di wilayah selatan Pulau Jawa, namun juga simbol kemajuan infrastruktur nasional. Bandara ini merupakan salah satu mahakarya yang dibangun menggunakan produk semen berkualitas dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).Baca Juga: Korban Kebakaran di Kota Bengkulu Terima Bantuan Gubernur Helmi Hasan Rp 25 Juta/KK
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan bahwa YIA merupakan infrastruktur vital yang berperan besar dalam menjaga kelancaran dan kenyamanan mobilitas masyarakat, terutama saat periode puncak seperti libur Lebaran. “Kontribusi SIG dalam pembangunan YIA menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi,” ujarnya.Baca Juga: Dukung Penataan Kota, Pemprov Serahkan Sejumlah Aset ke Pemkot Bengkulu
Dengan desain modern, fasilitas lengkap, serta struktur yang kokoh, YIA terus membuktikan perannya sebagai pintu gerbang utama menuju Yogyakarta dan sekitarnya, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
“Kami memahami, bahwa setiap konstruksi memiliki kebutuhan khususnya masing-masing. YIA tidak hanya bandara berkapasitas besar, namun rancang bangunnya juga berfungsi memberikan kenyamanan bagi para penumpang yang akan bepergian. Karena itu, aplikasi produk SIG turut menunjang fungsi kenyamanan yang dihadirkan YIA,” tutur Vita Mahreyni.Baca Juga: BPW KKSS Sulteng dan 30 BPW Seluruh Indonesia Dukung Andi Amran Pimpin KKSS
Dengan total luas area mencapai 587 hektare (ha) di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, YIA memiliki terminal penumpang seluas 219.000 m2 dengan daya tampung hingga 20 juta penumpang per tahun. YIA juga memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 3.250 meter, serta apron (area parkir, bongkar muat, dan pemeliharaan pesawat) yang bisa menampung 45 pesawat. Hal ini memungkinkan YIA melayani pesawat berbadan lebar (wide body) seperti Air Bus A380 dan Boeing 777.
Selain memiliki kapasitas besar, YIA juga dirancang dengan ketahanan terhadap gempa 8,8 Magnitudo, serta tsunami dengan proyeksi ketinggian maksimum setinggi 12,8 meter di atas rerata muka air laut (mean sea level/MSL).Baca Juga: Kebut Bangun Infrastruktur, Wagub Mian Tinjau Jalan dan Jembatan Provinsi di Bengkulu Utara
YIA juga dirancang untuk dapat mengantisipasi banjir dengan saluran yang dapat menampung potensi banjir, seperti pond atau penampung air sementara dengan volume 43.300 m3, serta saluran bandara yang dapat difungsikan sebagai penampung air (long storage) dengan kapasitas 180.000 m3. Selain itu, YIA juga dilengkapi dengan gedung Crisis Centre 4 lantai seluas 5.284 m2, sebagai tempat evakuasi sebanyak 1.000 orang.
Vita Mahreyni menambahkan, selama periode pembangunan fisik, atau sejak Desember 2018 hingga Mei 2019, SIG memasok lebih dari 150 ribu ton semen untuk pembangunan YIA. Produk semen dari SIG digunakan pada konstruksi landasan pacu yang membutuhkan kekuatan maksimal, serta konstruksi gedung terminal penumpang dan bangunan pendukung.Baca Juga: Presiden Prabowo: Tak Ada Orang Titipan di Danantara!
Sementara pada tahap pengembangan kawasan YIA, SIG memasok produk semen tipe khusus untuk proyek pengendali banjir, dengan daya tahan tinggi untuk lingkungan ekstrem. Semen dengan formula ramah lingkungan ini menghasilkan beton dengan panas hidrasi rendah dan ketahanan optimal terhadap sulfat serta klorida di area yang terpapar air laut.Baca Juga: Job Fair Loker Pemprov Bengkulu di Balai Semarak Diserbu Ribuan Pencari Kerja
“SIG memiliki rentang spesifikasi produk yang lengkap serta solusi layanan pendukung untuk memenuhi persyaratan kondisi bangunan sesuai kebutuhan dan mendukung kelancaran proyek pembangunan. Dengan segala keunggulan yang ada, SIG siap menjadi garda terdepan dalam pembangunan di Indonesia,” ujar Vita Mahreyni.*