Tingkatkan Pendapatan, Pemprov Bengkulu Bentuk Satgas Optimalisasi PAD

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Selasa, 3 Juni 2025 | 20:53 WIB
Wagub Bengkulu, Mian mengukuhkan Satgas Optimalisasi PAD dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah ini sebesar 8 persen.(Foto/Ist)
Wagub Bengkulu, Mian mengukuhkan Satgas Optimalisasi PAD dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah ini sebesar 8 persen.(Foto/Ist)

Bengkulu, SUARA PEMBARUAN-Untuk mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Provinsi Bengkulu membentuk Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi PAD Provinsi Bengkulu, bertempat di Balai Raya Semarak, Senin (2/6/2025).

Satgas Optimalisasi PAD Provinsi Bengkulu ini meliputi para Aparat Penegak Hukum (APH), Forkopimda dan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang secara langsung dikukuhkan oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dalam sambutannya melalui zoom meting menegaskan, Satgas Optimalisasi PAD Pemerintah Provinsi Bengkulu ini nantinya akan berkalaborasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8 persenn yang diminta oleh Pak Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: TPID Bengkulu: Perkuat Peran Koperasi Merah Putih Untuk Ketahanan Pangan Daerah

"Bapak Prabowo Subianto bertekad menginginkan pertumbuhan ekonomi 8 persen, maka Pemerintah Provinsi Bengkulu bertekad bulad dan bersungguh-sungguh menjadi Provinsi yang pertama menembus angka itu," ujar Helmi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan oleh Provinsi Bengkulu apabila dalam pemanfaatan aset daerah yang dilakukan secara optimal.

Baca Juga: Gubernur-Wagub Bengkulu Helmi Hasan-Mian Komitmen Wujudkan Pemerintahan Bersih Tanpa Korupsi

Sehingga, lanjut Helmi, pemanfaatan aset daerah yang optimal dan terciptanya PAD yang besar nantinya juga dapat mewujudkan visi/misi Helmi-Mian dalam membantu rakyat.

"Pemerintah Provinsi Bengkulu menyadari bahwa aset pendapatan adalah suatu hal yang sangat penting untuk bantu rakyat. Dimana-mana masyarakat menginginkan jalan mulus karena hampir 70 persen jalan provinsi yang rusak belum dapat perhatian," ujarnya.

 

 

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X