bisnis

Keunggulan Membuat Pebisnis Bisa Bertahan

Rabu, 1 Mei 2024 | 20:04 WIB
SuaraPembaruan.News/ Foto: ilizabeth

Baca Juga: Dokter Wanita di Kota Palembang, Ramaikan Bursa Calon Wakil Walikota

Menekan Biaya.

Menekan biaya merupakan langkah untuk mencapai keunggulan kompetitif, karena dengan berhasilnya pelaku bisnis menekan biaya akan mendorong harga produk menjadi lebih rendah (harga bersaing). Pelaku bisnsi yang mampu menampilkan produk dengan harga lebih rendah dari pesaing, maka dapat dipastikan ia akan memiliki keunggulan kompetitif.

Fokus pada pelayanan

Faktor layanan atau pelayanan  menjadi pembeda antar pesaing. Pelayanan prima atau memuaskan harus dibudayakan dan penting untuk diciptakan. Faktor layanan harus tercermin dari jam operasional, harus tercermin dalam service yang diberikan oleh tenaga penjual (pramuniaga) dan harus tercermin dari kepuasan konsumen pasca/purna jual.

Fokus pada kualitas produk

Produk yang ditawarkan pelaku bisnis harus berkualitas sesuai dengan karakterisktik produk yang ditawarkan. Kualitas produk bagi konsumen saat ini sudah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihannya terhadap suatu produk atau menjadi pertimbangannya untuk membeli suatu produk. (lihat digitalmarketingscool.id, 24 Maret 2018).

Jangan Takut Pendatang Baru.

Bila disimak, pasca pandemi, unit bisnis di negeri ini mulai tumbuh subur. Hampir semua bidang bisnis mulai menggeliat, baik dibidang kuliner, perdagangan, manufaktur dan lainnya. Semua pelaku bisnis tersebut berlomba-lomba untuk menampilkan diri-nya menjadi yang terbaik.

Pasca pandemi, bisnis bidang perdagangan ecetan (ritel) dan kuliner tumbuh subur, semua wilayah (provinsi) di negeri ini dipadati oleh unit bisnis tersebut. Apalagi bila dihubungkan dengan program pengembangan yang mereka usung, seperti program 1.000 gerai/toko.

Baca Juga: Waduh! Cerai Di Palembang 300 Pasang Sebulan

Ritel modern yang sudah terkenal dan menguasai dunia pe-ritel-an di negeri ini saat ini sudah berhasil “mengepung” pasar, ini semua dilakukan mereka demi mewujudkan program 1.000 gerai yang mereka usung. Kemudian tidak hanya unit bisnsi ritel modern tersebut yang mengusung program 1.000 gerai/toko tersebut, namun unit bisnis bidang kuliner pun demikian pula, misalnya unit bisnis kuliner yang menawarkan minuman teh dan ice ceam.

Unit bisnis bidang kuliner yang mengusung  program 1.000 gerai/toko tersebut ternyata tidak sendirian, pelaku bisnis yang sama dan atau sejenis mereka pun ikut mengusung program yang sama.

Palaku bisnis bidang kuliner sudah mulai meramaikan pasar,  ada yang memang sudah hadir jauh sebelumnya dan ada pelaku bisnis sebagai pendatang baru dibelantika dunia per-bisnis-an di negeri ini. Sebenarnya pelaku bisnis yang sudah ada sebelumnya dan pelaku bisnis sebagai pendatang baru yang sama dan atau sejenis tidak perlu gusar dengan pelaku bisnis pendatang baru (lagi) yang juga ikut meramaikan pasar tersebut.

Saat ini sudah mulai kelihatan. Antar pelaku bisnis, terutama pelaku bisnis kuliner pendatang baru tersebut sudah mulai “kewalahan” menghadapi pelaku bisnis yang sama dan atau sejenis sebagai pesaing mereka. Konsumen mulai “jenuh” mengkonsumsi produk (minuman/ice cream)  mereka, konsumen mulai beralih kepada produk (minuman ice cream) yang ditawarkan oleh pesaingnya. Tidak hanya itu, dalam perkembangnya,  secara umum konsumen pun ternyata sudah mulai jenuh mengkonsumsi produk (minuman ice cream) tersebut. 

Halaman:

Tags

Terkini

BTN Mulai Akuisisi Bank Victoria Syariah

Rabu, 22 Januari 2025 | 16:50 WIB

Buah Durian Mulai Membanjiri Kota Bengkulu

Kamis, 26 Desember 2024 | 19:39 WIB