Jakarta, suarapembaruan.news – Potensi bisnis industri kemasan kertas (karton) di Indonesia sangat besar dan berkembang pesat seiring dengan banyak munculnya pelaku usaha baru di bidang e-commerce.
Demikian diungkapkan CEO PT Orchik Sejahtera Nusapalas, Angga Mahendra seusai penandatanganan Mou dengan partner pelaku usaha mikro, di Jakarta, Selasa (30/07/2024).
PT Orchik Sejahtera Nusapalas merupakan salah satu pelaku usaha di bidang trading kemasan kertas/karton yang memulai bisnisnya sejak tahun 2019.
Hadir dalam acara penandatanganan tersebut Direktur Operasional PT Orchik Sejahtera Nusapalas Andi Sulistyo Wibowo dan komisaris perusahaan Yohanes Baptista Adhi.
Diungkapkan Angga Mahendra, sebelumnya bisnis kemasan kertas (karton) di Indonesia selama ini masih dianggap sebelah mata oleh para pelaku industri. Namun menurutnya hal ini berubah ketika maraknya e-commerce di Indonesia.
“Munculnya pelaku-pelaku usaha baru dalam bidang e-commerce menjadikan sektor bisnis trading kemasan kertas (karton) di Indonesia berkembang secara cepat,” tuturnya.
Disebutkan, menurut catatan Federasi Kemasan Indonesia, tahun 2021 adalah puncaknya perkembangan e-commerce yang berdampak besar dalam industri kemasan karton. Angkanya sangat fantastis mencapai sebesar Rp 105 triliun dan setiap tahun memiliki kenaikan mencapai 25-35%.
Tingginya potensi yang sangat besar di industri kemasan kertas (karton) itulah yang membuat pihaknya terus bermitra dan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, baik industri kecil, menengah maupun mikro.
Angga menuturkan pelaku industri trading scrap kemasan kertas/karton bukan hanya membantu dan mensupport para pelaku usaha kecil dan menengah, tetapi juga membantu para pelaku usaha mikro.
Angga menambahkan dengan adanya penandatanganan MoU hari ini merupakan bukti keseriusan Orchik Sejahtera Nusapalas untuk menetapkan diri sebagai pelaku industri trading kemasan kertas/ karton dengan kapasitas supply per hari sebanyak 30 ton.
Sementara itu, Direktur Operasional Andi Sulistyo Wibowo mengatakan pertumbuhan industri kemasan karton/kertas akan terus berkembang sebesar 5-8% setiap tahunnya. Hal ini membuat industri ini menjadi salah satu industri yang dengan sustainable rate yang tinggi dan menarik untuk pelaku-pelaku bidang usaha lainnya.
“Kami berharap hal ini bukan hanya membantu mensupport pelaku industri kecil saja tetapi juga pelaku industri mikro,” kata Andi. (SPnews/Rully S)
Artikel Terkait
Dorong Kemandirian Pesantren BI DIY Dukung Muskerwil Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren
SIG Bangun Ekosistem Berbasis Sinergi, Ciptakan Peluang Pertumbuhan dan Perluasan Bisnis
Prawirotaman-Tirtodipuran Yogyakarta Kawasan Bisnis yang Peduli Kesejahteraan Hewan