Sejumlah komentar warganet pun bermunculan di media sosial.
“Kok malah nyudutin warga? Kocak nih audiensnya terintimidasi,” tulis salah satu akun.
Warganet lain juga mengingatkan pentingnya etika komunikasi bagi seorang pembawa acara, terlebih dalam kegiatan resmi yang dihadiri pejabat publik.
“Belajar dari sini, setiap MC berhati-hati. Bijaklah dan perlengkapi diri kalian dengan ilmu yang benar,” tulis akun lainnya.
Tak sedikit pula yang mempertanyakan alasan penggunaan MC tersebut dalam acara besar tingkat provinsi.
“Dia berani bilang ‘Jalan depan rumahnya?’ kenapa kualitas MC seperti ini digunakan di acara besar sih?” tulis seorang pengguna media sosial.
Sementara warganet lainnya menilai penonton sebenarnya sudah menjelaskan lokasi jalan yang dimaksud secara cukup jelas.
“Itu padahal udah dikasih tahu dengan jelas, masih aja yang nanya yang mana,” tulis komentar lain.
Hingga kini, video tersebut masih ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial dan memicu diskusi mengenai etika pembawa acara dalam menanggapi aspirasi masyarakat di ruang publik.