Karawang, SUARA PEMBARUAN - Kisah haru datang dari Sifaul Ijjati Nur Alawiyah Tasdik atau Sifa, anak sulung korban kecelakaan truk kontainer di Karawang, Jawa Barat. Remaja 19 tahun itu kini tengah mencari cincin emas kesayangannya yang hilang saat insiden tragis tersebut terjadi.
Kecelakaan maut di Jalan Raya Tanggul Rawagabus, Desa Kondangjaya, Karawang Timur, pada Minggu (15/2/2026) merenggut nyawa ayah, ibu, dan salah satu adiknya. Dalam peristiwa itu, Sifa selamat setelah berhasil keluar dari mobil bersama adik lainnya melalui jendela yang pecah.
Di tengah duka mendalam, Sifa mengungkap bahwa ia kehilangan cincin emas berbentuk hati yang sangat berarti baginya. Melalui akun Instagram pribadinya, ia berharap ada orang baik yang menemukan dan mengembalikan cincin tersebut.
Menurut Sifa, cincin itu dibeli dari hasil usaha kecil-kecilan yang ia jalankan bersama sang ibu. Ia juga membeli cincin tersebut ditemani langsung oleh ibunya, sehingga memiliki banyak kenangan emosional.
“Kalau ada yang menemukan, mohon dikembalikan. Cincin itu sangat berarti karena merupakan pencapaian pertama saya saat berjualan bersama mama,” tulis Sifa. Ia menambahkan bahwa cincin tersebut menyimpan kenangan berharga dengan orang tuanya.
Diketahui, saat kecelakaan terjadi cincin itu tidak dikenakan di jari, melainkan digantung bersama strap ponsel miliknya. Seorang warganet yang mengaku tetangga keluarga Sifa menyebut, ponsel tersebut sempat terjepit. Saat Sifa menarik strap hingga putus, cincin tersebut diduga terlepas dan hilang.
Kisah pencarian cincin kenangan itu pun viral di media sosial. Banyak warganet menunjukkan simpati serta doa agar cincin tersebut segera ditemukan. Mereka menilai benda tersebut bukan sekadar perhiasan, melainkan simbol perjuangan dan kenangan terakhir bersama sang ibu.
Dukungan mengalir melalui berbagai komentar yang berharap ada pihak jujur yang mengembalikan cincin tersebut. Sebagian warganet menyebut cincin itu bisa menjadi penguat saat Sifa merindukan orang tuanya.
Kini, di tengah proses pemulihan dari kehilangan besar, harapan sederhana Sifa hanya satu: menemukan kembali cincin yang menjadi saksi perjalanan hidup dan kasih sayang keluarganya.