SPPG Purworejo Protes Juknis MBG Mendadak, Sebut Perencanaan Menu Jadi Berantakan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 16 Maret 2026 | 13:58 WIB
Menyoroti penuturan pihak pengelola dapur MBG di Purworejo, Jawa Tengah terkait juknis yang kerap dibagikan secara mendadak. (Instagram.com/@sppg.benerpurworejo)
Menyoroti penuturan pihak pengelola dapur MBG di Purworejo, Jawa Tengah terkait juknis yang kerap dibagikan secara mendadak. (Instagram.com/@sppg.benerpurworejo)

 

Purworejo, SUARA PEMBARUAN  – Pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purworejo melayangkan protes kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait petunjuk teknis (juknis) yang dinilai sering diberikan secara mendadak.

Keluhan tersebut viral setelah diunggah melalui media sosial oleh pengelola SPPG di beberapa wilayah, termasuk di Kecamatan Bener dan Kecamatan Loano.

Dalam unggahan akun Instagram @sppg.benerpurworejo pada Jumat (13/3/2026), pengelola dapur MBG menyampaikan bahwa perubahan petunjuk teknis sering datang secara tiba-tiba sehingga menyulitkan perencanaan menu dan pengadaan bahan baku.

“Perintah-perintah berupa petunjuk teknis atau surat edaran sangat amat sering diberikan secara mendadak. Mohon bantu pahami dinamika lapangan di bawah sini,” tulis pengelola dalam unggahan tersebut.

Dalam video yang beredar, protes itu disampaikan oleh pihak mitra atau yayasan yang mengelola dapur MBG di daerah tersebut. Mereka mengaku terpaksa menyampaikan keluhan melalui akun resmi SPPG karena keterbatasan ruang komunikasi dengan pihak terkait.

Menurut mereka, forum koordinasi yang selama ini dilakukan lebih sering berbentuk webinar sehingga tidak menyediakan ruang diskusi yang memadai bagi para pengelola di lapangan.

“Mohon maaf kami sebagai mitra atau yayasan harus menyampaikan melalui akun official SPPG, karena biasanya untuk zoom bentuknya hanya webinar, bukan ruang diskusi,” tulis mereka.

Keluhan tersebut mendapat respons dari sejumlah pengelola dapur MBG lainnya yang mengaku mengalami situasi serupa.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah munculnya juknis baru hanya dua hari sebelum jadwal pembagian makanan kepada siswa.

Pengelola dapur menyebut kondisi tersebut membuat perencanaan menu yang sudah disusun sebelumnya menjadi tidak relevan. Padahal, sebagian bahan baku telah dipesan dalam jumlah besar dan harus memperhatikan kualitas serta masa kedaluwarsa.

“Izinkan mitra untuk curhat, kenapa tiba-tiba semalam muncul juknis baru, sementara untuk minggu ini semua menu sudah tersusun rapi dan bahan baku sudah terpesan?” tulis mereka dalam unggahan tersebut.

Akibat perubahan mendadak itu, pengelola dapur harus menyusun ulang menu bahkan hingga tengah malam.

“Membeli bahan baku sebanyak itu dengan kualitas yang terjamin secara mendadak tentu sulit. Kami pun harus menyusun ulang menu sampai jam 00.00 malam,” tulis mereka.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X