Viral Bocah Pilih Tak Makan Demi Nenek, Kisah Adit dari Majalaya Bikin Haru

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 20 Februari 2026 | 17:34 WIB
Seorang anak di Bandung yang selalu membawa pulang makanan dari masjid untuk neneknya. (Instagram/masjidpemudaalhamra)
Seorang anak di Bandung yang selalu membawa pulang makanan dari masjid untuk neneknya. (Instagram/masjidpemudaalhamra)


Bandung, SUARA PEMBARUAN - Sebuah video mengharukan tentang seorang bocah laki-laki di Majalaya, Bandung, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial. Momen tersebut diunggah akun Instagram Masjid Pemuda Alhamra dan langsung menyentuh hati banyak warganet.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, terlihat seorang anak bernama Adit membawa makanan yang diperoleh dari masjid. Saat ditanya, ia menolak untuk memakannya sendiri karena ingin memberikannya kepada sang nenek di rumah. Dengan polos, Adit mengatakan bahwa makanan tersebut memang khusus untuk neneknya.

“Nggak dimakan, buat nenek,” ucapnya sambil menggelengkan kepala ketika diajak makan oleh perekam video. Meski dibujuk, Adit tetap bersikeras membawa pulang makanan tersebut.

Diketahui, Adit sehari-hari juga sering mendapat bantuan makan dari tetangga. Bahkan, marbot masjid sempat membujuknya agar mau makan karena khawatir dengan kondisi kesehatannya. Dalam video tersebut, perekam mencoba meyakinkan Adit bahwa ia tetap bisa makan karena masih ada porsi lain untuk neneknya.

Saat diajak makan malam, Adit juga mengaku tidak sarapan di pagi hari. Hal ini semakin menggambarkan kondisi ekonomi yang terbatas yang dialami dirinya dan sang nenek.

Dalam video lain, nenek Adit mengungkapkan bahwa cucunya kerap menanyakan apakah ia ingin ikut makan. Namun, sang nenek sering menolak agar Adit yang makan lebih dulu. Ia mengatakan sudah terbiasa dengan makanan sederhana.

Nenek tersebut juga menceritakan perjuangan hidup mereka. Setelah kebutuhan pokok seperti beras dan biaya kontrakan terpenuhi, sesekali mereka membeli lauk sederhana seperti ayam setengah kilogram, bahkan hanya bagian kepala ayam.

Untuk keseharian, mereka kerap makan dengan menu sangat sederhana, seperti nasi dengan kecap atau garam. Meski begitu, Adit dikenal tidak pernah memilih makanan.

Sang nenek mengaku pernah berharap ada pihak yang bersedia membantu mengurus cucunya. Namun, Adit menolak dan tetap ingin tinggal bersama neneknya. Ia juga ingin terus belajar mengaji, meski lingkungan sekitar kerap kurang kondusif.

Harapan untuk memasukkan Adit ke pesantren pun belum bisa terwujud karena keterbatasan biaya, bahkan untuk makan sehari-hari saja mereka masih kesulitan.

Kisah ini pun memicu gelombang simpati. Banyak warganet terharu melihat ketulusan Adit serta kepedulian tetangga yang membantu. Doa dan dukungan pun mengalir agar Adit dan neneknya diberi kemudahan rezeki serta masa depan yang lebih baik.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X