Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN– Ribuan pengunjung dari dalam dan luar negeri dengan sangat antusias siap menghadiri lebaran dunia kustom Indonesia. Gelaran akbar tahunan Kustomfest 2025 bertema “MADCHINIST” siap digeber di Jogja Expo Center (JEC) tanggal 4-5 Oktober 2025. Raungan Motor dan Mobil Kustom akan mengalun indah di indra pendengaran para pecinta kustom otomotif, karya-karya ekstrem dari para builder lokal yang gila gilaan meracik karya kustom mereka. “Saya sudah menantikan kegilaan apa lagi yang akan saya lihat.” kata Chris seorang builder dari California, Amerika Serikat.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengunjung akan disuguhkan Hot Rod & Kustom Car Show serta Kustom Bike Show yang dinilai oleh juri internasional. Tahun ini, tamu-tamu dari Jepang, Malaysia, Singapura, dan Thailand akan hadir, termasuk nama-nama besar seperti Kengo Kimura (Heiwa MC), Kaichiroh Kurosu (Cherry’s Company), Yuichi Yoshizawa (Custom Works Zon), dan Makoto Watanabe (Chopper Journal).
Lulut Wahyudi Direktur Kustomfest, menjelaskan bahwa tema tahun ini merupakan gabungan dari kata mad dan machinist, mencerminkan semangat para mekanik dan operator mesin yang telah berkontribusi selama lebih dari satu dekade. “Kegilaan mereka bukan sekadar gaya, tapi bentuk dedikasi terhadap dunia kustom yang terus berkembang,” ujarnya dalam konferensi pers pembuka.
Kustomfest 2025 akan menampilkan beragam konfigurasi mesin handmade, mulai dari 1 silinder hingga 4 silinder segaris, V-Twin, W-Engine, Boxer, hingga radial engine. Konversi ekstrem seperti 4 Stroke ke Diesel dan 2 Stroke ke 4 Stroke juga akan dipamerkan, menunjukkan betapa seriusnya para builder dalam menciptakan karya orisinal dan teknis.
Program unggulan Indonesia Attack kembali digelar, membawa karya builder lokal ke Yokohama Hot Rod Custom Show 2025 di Jepang. Pengunjung juga berkesempatan memenangkan Lucky Draw Journey to 33, sebuah trip eksklusif ke ajang kustom terbesar dunia tersebut.
Tak hanya pameran kendaraan, Kustomfest 2025 juga menghadirkan konten kreatif seperti Harley Davidson Custom Kings Asia Indonesia, Kustomtoys Exhibition, Kustomart Exhibition, Samurai Kuroboshi Airbrush Contest, Flat Track Race bersama Cheetah Tokyo, serta Diecast Show & Kontest.
Panggung musik akan diramaikan oleh Burgerkill, Navicula, White Swan, dan Jangar, sementara area kuliner Dyodoran Food Arena akan dikurasi oleh food vlogger ternama.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata DIY, Anita Verawati, menegaskan bahwa Kustomfest telah menjadi salah satu event unggulan yang berdampak langsung terhadap sektor pariwisata. “Event ini bukan hanya ditunggu-tunggu oleh komunitas otomotif, tapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perputaran ekonomi lokal dan peningkatan kunjungan wisatawan, termasuk dari mancanegara. Sekitar 20–30 persen pengunjung berasal dari luar negeri,” ujarnya.
Menurut Anita, Kustomfest juga berhasil memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi kreatif dan istimewa. “Tidak semua negara memiliki festival kustom seperti ini. Indonesia patut bangga karena Kustomfest telah menjadi referensi global dalam dunia kustom culture,” tambahnya.
Antusiasme komunitas pun terasa sejak jauh hari. Begitu poster resmi dirilis, bengkel-bengkel kustom di seluruh Indonesia langsung bergerak. “Selesai atau belum, semua akan dikumpulkan. Ini seperti lebaran bagi para builder,” ujar salah satu peserta dari Jogja.
Kustomfest juga menjadi ruang kolaborasi lintas industri. Tahun ini, tercatat banyak bengkel dan pelaku industri kreatif yang bersinergi melahirkan produk baru, mulai dari apparel, merchandise, hingga lini bisnis berbasis kustom culture. “Kami ingin dunia kustom Indonesia tidak hanya dilihat, tapi juga bergerak dan mewarnai panggung global,” tegas Lulut.
Kesan mendalam juga datang dari pengunjung internasional. Peter Ness, builder asal Kalifornia, mengaku terkejut saat pertama kali menghadiri Kustomfest. “Saya pikir Indonesia tidak punya panggung kustom dunia. Tapi saat datang ke Jogja, saya melihat ledakan kreativitas yang luar biasa. Builder muda dengan ide gila mampu menciptakan karya seni dalam bentuk motor dan mobil,” ungkapnya.