Viral Pernyataan Kontroversial Peter Gontha Soal Pemain Diaspora Timnas Indonesia, Ini Pembelaan PSSI dan Kebijakan FIFA

Photo Author
- Senin, 16 September 2024 | 10:47 WIB
 Potret Pemain Timnas Indonesia. (Instagram.com/@jayidzes)
Potret Pemain Timnas Indonesia. (Instagram.com/@jayidzes)

 

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Lagi lagi ada tokoh yang mengritik keras soal naturalisasi yang dilakukan PSSI. Kali ini dating dari mantan Dubes RI untuk Polandia Peter Gontha. Kritinya terhadap program naturalisasi itu menuai sorotan publik usai membuat pernyataan kontroversial terkait program naturalisasi PSSI, pada Sabtu, 14 September 2024 lalu.


Dalam postingannya tentang para pemain diaspora Timnas Indonesia itu, Peter Gontha berdalih ingin menjaga harkat martabat bangsa meski berpotensi akan membuat pengikut media sosialnya 'marah'.

Baca Juga: Kasus Pembobolan Data Pemilik Akun Fufufafa, Ini Deretan Aksi Hacker Indonesia
"Saya sungguh galau, saya akan posting status yang akan membuat followers saya marah, tapi tidak apa, saya ambil risiko ini karena saya mau menjaga martabat bangsa saya," kata Peter dalam unggahan Instagram pribadinya @petergontha, pada Kamis, 12 September 2024.


Selanjutnya, Peter menyebutkan depan pertanyaan tentang program naturalisasi PSSI, berikut ini di antaranya:


Pertanyaan Peter Gontha Tentang Naturalisasi Timnas Indonesia


1. Apakah anda cinta PSSI? (saya cinta)

Baca Juga: Anindya Bakrie Resmi Jadi Ketum Kadin Lewat Munaslub 2024, Kubu Arsjad Rasjid Sebut Forum Tidak Sah
2. Apakah anda cinta bangsa? (saya cinta)


3. Apakah anda tidak malu lihat PSSI 9 pemainnya adalah bangsa asing yang dinaturalisasi? (Saya malu).


4. Apakah kita bangsa besar? (Saya rasa demikian)


5. Apakah anda tahu bahwa naturalisasi mereka hanya sementara, karena mereka mempunyai dua paspor, nanti kalau sudah selesai main di Indonesia mereka akan buang status WNI mereka? (Saya tau)

Baca Juga: Viral Skandal Kekerasan Brandoville Studio, Ini Analisis Seputar Kekerasan Verbal di Media Sosial
6. Apakah mereka mau membuang tunjangan sosial mereka di negara-nya begitu saja? (Saya rasa tidak).


7. Apakah menurut anda tidak lebih baik membina pemain kita dari muda (SD s/d Dewasa)? (Saya rasa demikian)


8. Apakah tidak lebih baik kalah dengan terhormat dari pada Menang atau seri dengan cara yang merendahkan martabat bangsa? (Saya malu).

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X