Selain teknologi, JK menyoroti pentingnya membangun budaya kewirausahaan di kalangan umat Islam. Ia mengatakan, sejarah menunjukkan bahwa perdagangan merupakan bagian penting dalam perkembangan peradaban Islam.
“Jangan hanya bicara nikah sunnah, tapi juga tijarah sunnah. Berdagang juga sunnah,” ujar JK.
Ia menilai, Indonesia dan Malaysia masih menghadapi tantangan besar dalam mencetak lebih banyak pengusaha dari kalangan masyarakat luas. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan menciptakan usaha dan lapangan kerja.
JK juga mengajak para cendekiawan kedua negara agar tidak hanya menghasilkan gagasan dalam forum akademik, tetapi mampu melahirkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Akademisi harus melihat ke depan, bukan hanya melihat ke belakang. Kalau melihat ke belakang itu museum, tapi pendidikan harus melihat tantangan masa depan,” tuturnya.
Ia berharap forum Malindo 2 dapat menjadi wadah kerja sama konkret antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Seminar penting, konferensi penting, selama itu bisa dilaksanakan. Tapi yang terbaik adalah bagaimana dasar teknologi dan kemampuan itu bisa kita kuasai bersama,” pungkas JK.(*)