Maluku, SUARAPEMBARUAN – Telkomsel resmi menutup program Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB) Season 3 melalui acara Offboarding & Awarding di Maluku. Kegiatan ini menjadi puncak apresiasi bagi para mahasiswa yang telah berhasil mengembangkan inovasi digital untuk menjawab berbagai tantangan sosial di wilayah Papua dan Maluku. Sebagai bagian dari komitmen Corporate Social Responsibility (CSR), PMDB dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital generasi muda sekaligus menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, tercatat sebanyak 3.099 mahasiswa dari 33 perguruan tinggi di Papua dan Maluku mengikuti tahap campus roadshow. Dari jumlah tersebut, 181 peserta terpilih mengikuti live class, 35 peserta melaju ke tahap pitching, hingga akhirnya 20 finalis terpilih untuk mengembangkan proyek inovatif mereka. Proyek-proyek ini berfokus pada lima tema utama: pendidikan, kesehatan, lingkungan sosial, ekonomi & kewirausahaan, serta pariwisata.
General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku dan Papua, Fajri Adi Firmansyah, menegaskan bahwa wilayah Indonesia Timur memiliki talenta luar biasa.
"Melalui PMDB, kami menghadirkan ruang belajar, berkolaborasi, dan berinovasi agar ide-ide terbaik dapat berkembang menjadi solusi nyata. Kami berharap program ini melahirkan agen perubahan yang siap mempercepat transformasi digital di Indonesia Timur," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/7/2026) sore.
Dalam ajang penghargaan, Telkomsel mengumumkan lima karya inovasi terbaik:
Juara 1: Michelle Kinaya (Universitas Papua) dengan "CekSehat", teknologi deteksi dini penyakit.
Juara 2: Kinaryo Citra (Universitas Musamus Merauke) dengan sistem informasi pariwisata berbasis web.
Juara 3: Dessy Natalya (Universitas Papua) dengan kelas public speaking untuk peningkatan SDM anak-anak Papua.
Juara 4: Putra Angga (Universitas Musamus Merauke) dengan pemberdayaan pemuda melalui pelatihan keterampilan dan ekonomi kreatif.
Juara 5: Dwi Risky (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong) dengan "MACE-MARKET", modernisasi administrasi dan pemasaran produk unggulan desa.
Selain itu, penghargaan Peserta Ter-digital diberikan kepada Rambu Aya (Universitas Papua), Seravina (Politeknik Amamapare), dan Felix Pelupessy (Universitas Muhammadiyah Sorong) atas konsistensi dan partisipasi aktif mereka dalam tantangan media sosial selama program berlangsung. Acara juga diisi sesi wawasan karir oleh Abdul O Setiawan, Manager Talent Fulfillment and Assessment Telkomsel.
Data menunjukkan bahwa inovasi peserta didominasi oleh sektor pendidikan (36%), diikuti ekonomi dan kewirausahaan (28%), sosial dan lingkungan (20%), kesehatan (8%), dan pariwisata (7%). Hal ini mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap isu lokal yang diselesaikan melalui pendekatan teknologi.
Fajri menutup acara dengan harapan agar PMDB bukan sekadar pelatihan, melainkan awal lahirnya inovator-inovator baru yang terus berkontribusi bagi pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Tanah Papua dan Maluku.