Karanganyar, SUARA PEMBARUAN – Hamparan bawang putih di Lingkungan Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, menjadi salah satu lokasi Panen Bawang Serentak dalam rangka mendukung Ketahanan Pangan 2026, Rabu (19/8/2026).
Panen di lahan Kelompok Tani Taruna Tani Maju tersebut dipimpin langsung Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. Latif Usman, S.I.K., M.Hum. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan penanaman dan panen bawang serentak yang digelar di 17 provinsi.
Secara nasional, kegiatan dipusatkan di Nusa Tenggara Barat dan dipimpin Kapolri. Sementara Polda Jawa Tengah mengikuti rangkaian kegiatan secara daring dari lokasi panen di Tawangmangu.
Di Pancot, bawang putih varietas Tawangmangu Baru ditanam sejak 5 April 2026 di lahan seluas sekitar 750–1.200 meter persegi. Dari 150 kilogram bibit, petani berhasil memanen sekitar 1.250 kilogram atau 1,25 ton bawang putih.
Kelompok Tani Taruna Tani Maju beranggotakan sekitar 30 petani. Kelompok tersebut diketuai Bejo Supriyanto, yang sekaligus merupakan pemilik lahan.
Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latif Usman mengatakan, varietas Tawangmangu Baru merupakan salah satu potensi pertanian yang menjadi kebanggaan Jawa Tengah dan perlu terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan bawang putih nasional.
“Dari Tawangmangu ini merupakan varietas baru dari Tawangmangu, yang merupakan kebanggaan kita. Dari Jawa Tengah ini 63 persen penyokong utama kebutuhan nasional.”
Menurutnya, Polri berkomitmen mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, salah satunya dengan mendorong kelompok tani meningkatkan produktivitas bawang putih.
Dukungan tersebut tidak hanya dilakukan saat penanaman dan panen, tetapi juga melalui koordinasi dengan berbagai instansi untuk membantu memenuhi kebutuhan petani, termasuk sarana dan prasarana pertanian.
“Polri dalam hal ini mendukung program pemerintah, dalam hal ini mengajak kelompok tani untuk semakin meningkatkan produktivitas bawang putih. Tentunya Polri selalu berkoordinasi dengan instansi terkait masalah kebutuhan para petani, termasuk alsintan.”
Latif menegaskan, Polri akan terus menyerap aspirasi kelompok tani agar berbagai kendala dan kebutuhan petani dapat diketahui serta dicarikan solusi bersama.
“Kami akan menyerap apa yang dibutuhkan dan diinginkan para petani.”
Ia menambahkan, potensi produksi bawang putih Jawa Tengah cukup besar. Selain Tawangmangu, produksi bawang putih juga berkembang di sejumlah daerah seperti Batang, Tegal, Pekalongan, Temanggung, dan Semarang.
Panen di Pancot menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional dapat dimulai dari sektor pertanian lokal. Sinergi antara Polri, pemerintah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat pasokan pangan.
Artikel Terkait
Polisi Bersama dan Warga Hentikan Truk Rem Blong, Cegah Korban Jiwa di Tulang Bawang, Lampung
Polres Tulang Bawang Juara Kapolda Cup E-Sport 2026, Wakili Lampung ke Kapolri Cup
Satgas Pangan Polri Perkuat Swasembada Bawang Putih, Lahan Tanam di Sembulan 534 Hektare
Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Polda, Potensi Panen Capai 2.795 Ton
Polres Lebong Ikuti Penanaman Bawang Putih Serentak, Dukung Program Swasembada Pangan Nasional