GOWA – SUARA PEMBARUAN – Jika tak ada halangan, dua tahun lagi, Bendungan Jenelata (Jeʼneʼlata atau Jekneklata. Mks) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, segera berfungsi. Untuk mendukung percepatan pembangunannya, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang memberi perhatian khusus, diantaranya melalui kegiatan pemberitahuan rencana pembangunan yang berlangsung di Kantor Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Senin (13/4).
Groundbreaking Pembangunan Bendungan ini dimulai sejak 19 Desember 2023, oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) melalui BBWS Pompengan Jeneberang, direncanakan selesai 2028.
Husniah Talenrang menjelaskan, Bendungan Jenelata akan membawa dampak strategis bagi daerah. Olehnya itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan masyarakat memahami manfaat, proses, serta jaminan hukum dalam pengadaan tanah.
“Pembangunan bendungan ini menjadi kebanggaan karena satu-satunya di Sulawesi Selatan dan akan memberi manfaat besar bagi masyarakat Gowa,” ujarnya.
Bupati Gowa Husniah Talenrang mengajak seluruh pihak agar proyek berjalan lancar dan memberi perlindungan bagi masyarakat.
“Proyek ini tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar manfaatnya maksimal dan masyarakat tetap terlindungi dari potensi dampak,” lanjutnya.
Bupati Talenrang juga memastikan pemerintah daerah mengawal proses pengadaan tanah dengan prinsip keadilan dan transparansi. Selain itu, ia mendorong keterlibatan warga lokal dalam pembangunan.
“Kami mengawal penuh proses ganti rugi agar tidak ada masyarakat yang dirugikan. Semua harus terbuka dan sesuai aturan sehingga berjalan lancar,” tegasnya.
Proyek Strategis
Bendungan Jenelata adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) tipe CFRD (Concrete Face Rockfill Dam) dengan daya tampung efektif sebesar 174,5 juta meter kubik. Bendungan Jenelata dapat mengendalikan banjir Sungai Jenelata dari debit 1.800,46 meter kubik\ detik menjadi 686 meter kubik per detik pada periode ulang 50 tahun, sebagai penyedia air untuk daerah irigasi seluas 26.773 hektare dengan intensitas tanam dari 276 persen menjadi 300 persen, pola tanam Padi-Palawija, menyediakan air baku sebesar 6,05 meter kubik\detik untuk SPAM Regional Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar) dan kebutuhan industri di Takalar, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 7 MW, serta pengembangan daerah wisata.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulawesi Selatan, Ishaq Iskandar, menjelaskan, Bendungan Jenelata ini dirancang sebagai proyek terpadu sumber daya air dengan kapasitas tampungan besar yang mendukung irigasi, penyediaan air baku, pembangkitan listrik, pengendalian banjir, hingga pengembangan pariwisata.
“Jika kita dukung bersama, bendungan ini akan memperkuat swasembada pangan dan energi, mengendalikan banjir, serta membuka peluang ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir pada kunjungan Bupati Gowa ke Spillway Bendungan Jenelata, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah VII Makassar, Manifas Zubayr, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluwadi, Kepala Kantor ATR BPN Kabupaten Gowa, Aksara Alif Raja, sejumlah Pimpinan SKPD Lingkup Pemprov Sulsel dan Pemkab Gowa, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tokoh agama di Kecamatan Manuju dan Bungaya. (SP.news)