hukum-kriminalitas

Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Tokoh Papua Serukan Perlindungan Masyarakat dan Penegakan Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:11 WIB
Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) Kabupaten Mimika, Panius Kogoya.(Foto/Ist)

Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Tokoh Papua Serukan Perlindungan Masyarakat dan Penegakan Hukum


Timika ,SUARA PENBARUAB– Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, mengecam pembunuhan terhadap tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo.

Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut serta mengajak seluruh masyarakat Papua menjaga kedamaian dan mendukung penegakan hukum demi melindungi warga sipil.

Dalam keterangannya, pada Sabtu (25/7), Panius Kogoya mengaku sangat kecewa atas peristiwa penembakan yang menewaskan warga sipil di Yahukimo. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

"Saya Panius Kogoya selaku Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) Kabupaten Timika menyampaikan masalah yang terjadi di Yahukimo pada tanggal 20 Juli 2026, saya selaku Ketua BMP-RI sangat kecewa atas penembakan warga sipil yang tidak bersalah dan tidak punya dosa," ujarnya.

Ia juga mengimbau agar pihak-pihak yang masih melakukan aksi kekerasan menghentikan tindakan yang justru menimbulkan penderitaan bagi masyarakat Papua sendiri.

"Manusia perlu hidup yang sama, tapi jika melakukan tindakan-tindakan kekerasan dengan alasan yang tidak jelas, saya selaku Ketua BMP-RI menyampaikan bahwa korban yang dibunuh itu adalah saudara saya, satu marga dengan saya, dan saya merasakan yang sangat amat kecewa atas kejadian tersebut. Hal yang dilakukan tersebut tidak benar, ditangkap dan dibunuh dengan cara ditembak itu adalah perbuatan yang keji," katanya.

Menurut Panius, peristiwa tersebut tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan serta kehidupan masyarakat Papua yang menginginkan situasi aman dan damai.

Ia menyatakan dukungannya terhadap langkah aparat keamanan dalam mengusut kasus tersebut agar pelaku dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Saya minta kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah dengan tugas keamanan TNI-Polri sangat mendukung untuk dilakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan," ujarnya.

Disamping itu, Panius juga menyampaikan apresiasi kepada aparat yang telah membantu proses evakuasi jenazah korban sehingga keluarga dapat memperoleh kepastian mengenai anggota keluarganya.

"Saya pun berterima kasih kepada pihak TNI-Polri sudah selamatkan jasad keluarga saya yang ditembak. Kami keluarga besar menyampaikan kekecewaan terhadap pelaku yang sama-sama orang Papua membunuh orang Papua. Ini adalah hal yang tidak benar dan sangat tidak baik. Agama melarang membunuh orang sembarangan," katanya.

Selain itu, ia berharap kehadiran aparat keamanan di wilayah-wilayah yang dinilai rawan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.

"Di Yahukimo juga saya sarankan agar ditetapkan pos keamanan dari TNI-Polri agar masyarakat merasa aman untuk mencari makan dan pekerjaan dengan selamat," ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Panius Kogoya mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan, khususnya Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, yang terus menjalankan tugas pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat di berbagai wilayah Papua.

Halaman:

Tags

Terkini