Semarang, suarapembaruan.news – Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, menyatakan bahwa ajakan kepada para rektor perguruan tinggi di Kota Semarang dan para tokoh masyarakat lainnya, untuk membuat video testimoni adalah ajakan untuk mendukung terciptanya pemilu damai.
Terkait adanya penolakan pembuatan video dari Rektor Unika, menurut Kapolrestabes, adalah bagian dari pilihan.
"Yang Unika itu kan yang kami tangkap itu pilihan. Kami berhadapan dengan orang-orang dengan intelektual yang bagus. Punya pilihan narasi-narasi mana yang disampaikan untuk memberikan kesejukan bagi warga Kota Semarang," ujar Kombes Irwan Anwar, Selasa (6/2) sore.
Kapolrestabes Semarang menyebut, tidak ada paksaan dalam pembuatan video tersebut.
Irwan menegaskan, bahwa sebagai Penanggung jawab Kamtibmas di Kota Semarang berkewajiban mewujudkan situasi yang kondusif dengan beberapa langkah antara lain melaksanakan Program Cooling System dengan cara merangkul sivitas akademika untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif.
“Kami selaku penanggung jawab Harkamtimas di Kota Semarang punya kewajiban mewujudkan situasi yang kondusif, khususnya dalam rangka pelaksanaan Pemilu 2023- 2024, beberapa langkah untuk membentuk situasi yang kondusif antara lain melakukan program Cooling System, kegiatannya antara lain mengajak tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama termasuk dari sivitas akademika untuk memberikan dukungan terhadap terlaksananya pemilu damai,’’ paparnya.
Ajakan ini, kata dia, adalah ajakan untuk menciptakan situasi damai, termasuk ajakan kepada mahasiswa, sivitas akademika untuk mendukung terciptanya pemilu damai, tidak ada maksud lain dari pada itu,’’ tandasnya.
Dalam memilih tokoh, kata dia, juga tidak sembarangan yakni tokoh yang dianggap layak untuk memberikan pesan kamtibmas di Kota Semarang.
"Memang ada beberapa yang menolak, tapi banyak yang mendukung kegiatan ini," jelasnya.
Sebelumnya, Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Kota Semarang, Ferdinandus Hindarto, menyatakan menolak permintaan polisi untuk membuat video testimoni tersebut.
"Iya, video itu akan diserahkan ke Kapolda (Jateng). Namun, saya tolak untuk membuat videonya," tegas Ferdinandus Hindarto.
Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng Kombespol. Satake Bayu, mengajak seluruh komponen masyarakat baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, ataupun orang yang kompeten untuk bisa bersama sama berperan menjaga situasi dapat terjaga kondusif.
“ Kami mengimbau seluruh tokoh tokoh baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat ataupun orang yang kompeten untuk bisa membantu agar situasi kamtibmas dapat berjalan aman dan tertib supaya pelaksanaan pemilu bisa berjalan lancar “ ujar Kabidhumas.
Kombes Satake menegaskan bahwa komitmen Polri tetap menjaga netralitas dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu 2024.
“ Kami tegaskan bahwa Polri tetap netral dalam melaksanakan tugas pengamanan Pemilu, tidak ada arahan untuk mendukung salah satu paslon. Kehadiran Polri adalah representasi negara hadir untuk memberikan rasa aman di tengah masyarakat,” pungkasnya. (SPnews/STH)