regional

Menu MBG Ramadan Jadi Sorotan, Warga Grobogan Kritik demi Perbaikan Program

Senin, 9 Maret 2026 | 20:08 WIB
Warga Purwodadi mengkritik pelaksanaan MBG agar berbenah. (Instagram/tailormbak)

 

Grobogan, SUARA PEMBARUAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan tengah menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah video yang menampilkan menu kering MBG viral dan memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat, termasuk kritik dari orang tua siswa.

Beberapa keluhan muncul terkait isi menu yang dinilai belum sebanding dengan standar harga per porsi maupun kandungan gizinya. Kritik tersebut terutama ditujukan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana program di lapangan.

Salah satu sorotan datang dari seorang warga Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang menyampaikan kritik melalui akun Instagram @tailormbak. Dalam unggahannya yang dikutip pada Minggu (8/3/2026), ia menyatakan kritik yang disampaikan bukan bentuk ketidaksyukuran, melainkan harapan agar program dapat diperbaiki.

Menurutnya, masukan dari masyarakat justru penting agar pelaksanaan program MBG semakin baik dan merata di berbagai sekolah.

“MBG itu memang wajib dikritik, bukan aku tidak bersyukur, tapi supaya terjadi pembenahan,” ujarnya dalam video yang diunggah di media sosial.

Ia menambahkan bahwa kritik tidak dimaksudkan untuk menghujat program pemerintah. Sebaliknya, kritik disampaikan agar kualitas menu yang diterima siswa dapat setara di berbagai sekolah.

Menurutnya, perbedaan kualitas menu yang diterima siswa di sekolah berbeda memunculkan pertanyaan dari para orang tua.

“Kritik itu bukan maksud menghujat, tapi supaya terjadi perbaikan. Kalau di sekolah lain menunya bagus tapi anakku di sini tidak bagus, ya wajar kalau protes,” katanya.

Dalam video lanjutan, ia juga menunjukkan perubahan menu MBG yang diterima setelah dirinya menyampaikan kritik secara terbuka. Menu yang diterima kali ini dinilai lebih beragam.

Beberapa makanan yang ditunjukkan antara lain roti tawar, roti pisang, minuman es kluwut, serta susu full cream. Ia mengaku sebelumnya sempat mengkritik jenis susu yang diberikan kepada siswa.

Menurutnya, susu full cream memang lebih baik, namun ia juga mengusulkan agar jenis susu bisa sesekali diganti agar siswa tidak merasa bosan.

“Ini bukan minta diganti terus, tapi sesekali saja supaya anak-anak tidak bosan,” jelasnya.

Selain itu, menu yang diterima juga dilengkapi dengan makanan lain seperti es pisang ijo serta buah pir. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pihak SPPG yang dinilai telah memperhatikan masukan masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini