regional

Viral MBG Berbelatung di Ponorogo, Dapur SPPG Ngrayun Minta Maaf dan Janji Ganti Menu

Minggu, 8 Maret 2026 | 20:19 WIB
Viral bandeng presto program MBG berisi belatung di Ponorogo. SPPG Cahaya Ngrayun minta maaf dan janji mengganti menu tanpa memakai anggaran MBG.

 


Ponorogo, SUARA PEMBARUAN - Video temuan belatung pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah SMA di Ponorogo memicu perhatian publik. Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cahaya Ngrayun akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.


Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cahaya Ngrayun, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo memberikan klarifikasi terkait temuan belatung pada menu bandeng presto yang dibagikan kepada siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden tersebut menjadi sorotan setelah sebuah video beredar luas di media sosial yang menunjukkan adanya belatung hidup di dalam bandeng presto yang dikemas dalam plastik vakum.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Sabtu (7/3/2026), pihak SPPG mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahan dari pihak dapur yang menjadi mitra penyedia makanan.

SPPG menjelaskan bahwa bandeng presto yang dibagikan dalam menu MBG sebenarnya tidak diproduksi langsung di dapur mereka. Produk tersebut dibeli dari supplier, sementara proses pengemasan ulang dilakukan di dapur SPPG menggunakan metode vakum.

“Kami membeli bandeng presto dari supplier dan packing dengan vakum di dapur,” tulis pihak SPPG dalam pernyataannya.

Menu yang dibagikan kepada siswa merupakan bandeng presto tulang lunak. Menurut pihak SPPG, jenis makanan tersebut memang memiliki tekstur lembek dengan aroma khas ikan bandeng.

Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa proses pengemasan dan distribusi makanan telah dilakukan sesuai dengan prosedur standar keamanan pangan.

“Mekanisme packing dan distribusi telah dilaksanakan sesuai standar keamanan pangan dengan menggunakan alat pelindung diri lengkap,” jelas mereka.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian tersebut, pihak SPPG memastikan akan mengganti menu bandeng presto yang dianggap tidak layak konsumsi.

Menu pengganti rencananya akan dibagikan bersamaan dengan penyaluran MBG berikutnya pada Senin, 9 Maret 2026.

SPPG juga menegaskan bahwa biaya penggantian menu tersebut tidak akan menggunakan anggaran program MBG dari Badan Gizi Nasional, melainkan sepenuhnya ditanggung oleh pihak mitra penyedia makanan.

“Penggantian menu tidak mengambil dari anggaran MBG, sepenuhnya akan ditanggung oleh mitra,” tegas pihak SPPG.

Selain menyampaikan permintaan maaf kepada siswa, sekolah, dan masyarakat, pihak SPPG juga berjanji akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengadaan dan pengolahan makanan, khususnya untuk menu yang memiliki risiko tinggi terhadap kualitas dan keamanan pangan.

Halaman:

Tags

Terkini