regional

Jelang Natal 2025, Wali Kota Semarang Ajak Tokoh Agama Perkuat Toleransi dan Kondusivitas Kota

Senin, 22 Desember 2025 | 07:40 WIB
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Forkopimda dan FKUB bersilaturahmi dengan tokoh agama Nasrani saat pantauan perayaan Natal 2025 di Semarang.

 

Pesan tersebut disampaikannya saat melakukan pemantauan perayaan Natal sekaligus silaturahmi dengan tokoh agama Nasrani bersama Forkopimda, jajaran Pemkot Semarang, serta FKUB Kota Semarang.

Agustina menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat semangat gotong royong lintas iman demi menjaga toleransi hingga akhir tahun 2025.Baca Juga: DPRD Provinsi Bengkulu Tetapkan Tujuh Nama Calon Anggota KPID

Menurutnya, kondusivitas dan kedamaian Kota Semarang hanya bisa terwujud melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Dalam agenda tersebut, rombongan mengunjungi JKI Injil Kerajaan – Holy Stadium di kawasan Grand Marina dan bersilaturahmi ke kediaman Pendeta Indriyana di wilayah Semarang Barat, Minggu (21/12).Baca Juga: UNIQLO Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Donasi Pakaian di Indonesia

Ia menegaskan, tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga ketenteraman kota, terutama di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi.

Setiap pemuka agama dan masyarakat, kata Agustina, memiliki tanggung jawab bersama untuk saling menjaga dan melindungi ruang hidup agar tetap damai dan harmonis.Baca Juga: Disperindag Kota Bengkulu Jamin Harga Sembako Hadapi Natura Stabil

Agustina juga menyampaikan dorongan FKUB agar Pemerintah Kota Semarang mengajak seluruh umat beragama meningkatkan doa di tempat ibadah masing-masing.

Ia meyakini kekuatan spiritual dan kebersamaan lintas agama mampu menciptakan iklim yang sejuk sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kota Semarang.Baca Juga: Pemilik IUP di Bengkulu Wajib Melakukan Reklamasi Lahan Bekas Ditambang

Dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, Agustina menilai Semarang memiliki potensi besar sekaligus tantangan dalam merawat toleransi. Karena itu, komunikasi dan pertemuan rutin lintas agama dinilai penting untuk memperkuat soliditas sosial.

Ia menambahkan, upaya menjaga kerukunan tidak hanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan, tetapi dirancang secara berkelanjutan. Ke depan, Pemkot Semarang berencana memperbanyak forum pertemuan bersama FKUB dan tokoh lintas agama agar tahun 2026 menjadi lebih harmonis bagi Kota Semarang.Baca Juga: Jakarta Respon Langsung Telepon Ketua DPD-RI Sultan Soal Aspirasi Kepahiang dan Rejang Lebong

 

Tags

Terkini